KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pembangunan gedung baru Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin (Unimar) dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Tangerang.
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, pembangunan fasilitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga investasi untuk menyiapkan generasi muda yang unggul dan mampu bersaing.
“Hari ini kita juga menjadi saksi dimulainya pembangunan gedung baru Universitas Muhammadiyah A.R. Fachruddin. Bagi saya, pembangunan ini bukan hanya tentang membangun sebuah gedung secara fisik, tetapi yang jauh lebih penting adalah membangun masa depan generasi muda,” kata Maesyal saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung baru Unimar, Selasa, 11 Agustus 2026.
Menurut Maesyal, keberadaan gedung baru diharapkan semakin memperkuat peran Unimar dalam mencetak lulusan yang unggul, berkarakter, kompeten, kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing.
Ia menilai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar memberikan kemampuan akademik. Kampus juga harus membentuk mahasiswa yang mampu berpikir kritis, kreatif, adaptif, serta memiliki karakter dan integritas.
Maesyal menegaskan, pendidikan menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik.
Karena itu, Pemkab Tangerang bersama perguruan tinggi negeri dan swasta menjalankan Program Beasiswa Tangerang Gemilang, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kita tidak ingin anak-anak yang memiliki potensi, prestasi dan cita-cita tinggi terhambat melanjutkan pendidikan hanya karena persoalan biaya,” ujarnya.
Maesyal mengatakan, beasiswa tidak semata-mata menjadi bantuan biaya pendidikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi muda.
Dengan akses pendidikan yang semakin luas, masyarakat diharapkan memiliki peluang memperoleh pekerjaan yang lebih baik, meningkatkan pendapatan, dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.
Selain memperluas akses pendidikan, Maesyal juga mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha. Menurutnya, kerja sama tersebut diperlukan agar pendidikan dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengikuti perkembangan dunia kerja.
“Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Perguruan tinggi juga tidak mungkin berjalan sendiri. Kita harus duduk bersama, membangun sinergi, menyatukan sumber daya, dan menghadirkan program-program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia kerja,” pungkasnya.
Reporter: Mulyadi – Editor : Aas Arbi

