PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang mencatat sebanyak 3 hektare tanaman padi mengalami puso akibat kekeringan. Data tersebut berdasarkan laporan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (PPOPT).
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pandeglang Nuridawati mengatakan, bencana hidrometeorologis berupa kekeringan telah berdampak terhadap lahan sawah di sejumlah wilayah kecamatan.
“Wilayah yang terdampak yaitu 17 kecamatan dan 37 desa,” kata Nuridawati, Minggu, 16 Agustus 2026.
Sebanyak 17 kecamatan yang terdampak kekeringan yakni Munjul, Angsana, Sindangresmi, Cikeusik, Cigeulis, Picung, Patia, Labuan, Sukaresmi, Pagelaran, Menes, Cikedal, Cipeucang, Panimbang, Carita, Jiput, dan Cadasari.
Sementara itu, umur tanaman padi di lapangan bervariasi, mulai dari 10 hingga 88 hari setelah tanam (HST). Adapun varietas yang ditanam di antaranya Inpari 32, M70, dan Ciherang.
Nuridawati menjelaskan, dampak perubahan iklim (DPI) yang menyebabkan kekeringan telah diinventarisasi berdasarkan hasil identifikasi dan pengamatan patroli PPOPT di lapangan.
Berdasarkan tingkat keparahannya, lahan sawah yang mengalami kekeringan ringan mencapai 738 hektare, kekeringan sedang 50 hektare, dan kekeringan berat 17 hektare.
“Lalu tanaman padi sudah mengalami puso seluas 3 hektare. Total lahan sawah yang terdampak kekeringan sampai dengan 2 Agustus 2026 kemarin seluas 808 hektare,” katanya.
Reporter: Purnama Irawan – Editor: Aas Arbi

