SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Target pendapatan daerah Provinsi Banten pada 2027 kembali mengalami penurunan. DPRD Banten pun memyorotinya. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dituntut untuk kreatif, meningkatkan kinerja dalam menggali sumber penerimaan baru.
Dalam KUA-PPAS APBD Banten 2027, pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp9,512 triliun. Angka itu turun Rp757,9 miliar dibandingkan target pendapatan tahun 2026 yang mencapai Rp10,27 triliun.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Banten, Wawan Suhada mengatakan, penurunan target pendapatan secara beruntun harus menjadi bahan evaluasi Pemprov Banten.
“Kita sorot betul terjadinya penurunan pendapatan daerah Provinsi Banten ini menjadi tanda bahwasanya Pemprov harus bekerja lebih kuat lagi, lebih keras lagi,” kata Wawan, Senin, 24 Agustus 2026.
Menurutnya, pendapatan daerah merupakan salah satu kunci penting dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik.
Wawan meminta Bapenda Banten tidak hanya mengandalkan sumber pendapatan yang selama ini menjadi andalan, tetapi mulai mencari dan mengembangkan potensi penerimaan baru.
Ia menilai Bapenda harus lebih kreatif dan inovatif dalam mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.
“Kami melihat nilai PAD Provinsi Banten ini hampir tersalip oleh PAD Kabupaten Tangerang. Ini menjadi sebuah cambuk untuk Pemprov Banten, khususnya Bapenda, agar dapat kreatif, melakukan inovasi dalam proses-proses pendapatan daerah,” ujarnya.
Menurut Wawan, kondisi tersebut harus menjadi momentum bagi Pemprov Banten untuk mengevaluasi strategi peningkatan pendapatan daerah.
Ia juga mendorong optimalisasi berbagai sumber penerimaan, mulai dari Pajak Air Permukaan (PAP), sektor pertambangan hingga retribusi daerah.
“Tentunya di sini Bapenda harus didorong proaktif dan kreatif untuk memaksimalkan misalnya pajak dari permukaan air, pajak tambang, dan retribusi lainnya,” katanya.
Editor: Agus Priwandono












