SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kabupaten Serang memiliki tiga varietas durian lokal yang dinilai memiliki kualitas tidak kalah dari durian premium. Ketiganya yakni Si Roti, Si Tembaga, dan Si Nangka.
Ketiga varietas tersebut telah tercatat di Kementerian Pertanian sebagai varietas durian unggul asal Kabupaten Serang. Namun, hingga kini ketiganya belum dilepas secara resmi untuk dikembangkan secara massal.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang Suhardjo mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap tiga varietas durian lokal tersebut.
“Durian kita ada tiga varian yang tercatat di kementerian. Itu ada Si Roti, Si Tembaga sama Si Nangka. Kita lagi mengembangkan varietas lokal yang sudah tercatat di Kementerian Pertanian. Baru tercatat, tapi belum dilepas,” ujar Suhardjo, Rabu 2 September 2026.
Menurut Suhardjo, pohon induk ketiga varietas tersebut saat ini berada di Kecamatan Waringinkurung, tepatnya di Desa Sasahan. Pengembangannya belum meluas karena Kabupaten Serang belum memiliki fasilitas pembibitan khusus.
“Sementara ini belum dikembangkan, belum diperbanyak. Jadi induknya masih ada dan tetap kita pertahankan. Nanti baru pengembangan pembibitannya, apakah dengan cara okulasi atau yang lain. Kita masih belum ke sana karena kelemahan kita tidak punya balai benih,” katanya.
Suhardjo menjelaskan, ketiga varietas tersebut memiliki karakteristik yang berbeda dari durian lokal pada umumnya. Salah satunya terlihat dari daging buah yang berwarna kuning, tebal, dan bertekstur lembut.
Dari sisi rasa, durian tersebut memiliki perpaduan manis dengan sedikit rasa pahit yang menjadi karakter khas durian premium dan banyak disukai pencinta durian.
“Daging buahnya kuning legit, terasa ada pahit-pahitnya. Itu yang disukai oleh orang-orang. Makanya diburu pencinta durian,” tegasnya.
Ia menilai kualitas ketiga varietas durian lokal tersebut sangat layak disejajarkan dengan durian premium. Kendalanya saat ini terletak pada pengembangan dan pembibitan yang masih terbatas.
“Sangat layak. Hanya pengembangannya yang belum,” ujarnya.
Suhardjo menambahkan, agar ketiga varietas tersebut dapat dipasarkan ke luar daerah, diperlukan label resmi dari Kementerian Pertanian, yakni label biru atau label putih.
“Nanti kalau sudah punya labelnya, label biru atau label putih, kita baru bisa dipasarkan ke luar daerah. Sementara ini kelemahan kita tidak punya balai benih khusus karena kita belum memperbanyak,” katanya.
Ke depan, DKPP Kabupaten Serang berharap tersedia anggaran untuk membangun balai benih durian. Selain itu, pihaknya membuka peluang keterlibatan pihak swasta yang bergerak di bidang pembibitan.
Dengan dukungan fasilitas pembibitan, tiga varietas durian lokal tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih luas dan menjadi komoditas unggulan Kabupaten Serang.
“Kita masih menunggu. Kalau nanti sudah punya anggaran dan balai benih, baru kita kembangkan. Atau mungkin ada pihak yang bergerak di pembenihan, itu baru bisa,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda

