PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kebakaran kembali melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bojong Canar di Kampung Lame Luhur, Desa Karyautama, Kecamatan Cikedal, Kabupaten Pandeglang.
Kebakaran yang terjadi sejak Senin sore, 31 Agustus 2026 hingga Selasa, 1 September 2026 tersebut sulit dipadamkan karena bara api berada di bawah timbunan sampah. Kondisi itu membuat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang kesulitan melakukan pemadaman.
Sebanyak 17 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran. Namun, hingga Selasa bara api masih menyala dan kepulan asap pekat menyelimuti area TPA seluas sekitar 1,7 hektare hingga ke permukiman warga.
Kondisi tersebut juga membuat sejumlah petugas mengalami kelelahan dan batuk akibat terlalu banyak menghirup asap dari tumpukan sampah yang terbakar.
Kepala BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengatakan kebakaran TPA Bojong Canar tersebut merupakan kejadian kedua dalam beberapa hari terakhir.
“Pertama itu, kebakaran terjadi pada hari Kamis, 27 Agustus 2026. Waktu kejadian Magrib dan api berhasil dipadamkan pada hari Jumat, 28 Agustus 2026 pagi jam 09.00 WIB, dinyatakan aman,” kata Riza, Selasa, 1 September 2026.
Menurut Riza, TPA Bojong Canar sudah tidak difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah. Namun, di lokasi tersebut masih terdapat tumpukan sampah.
“Nah kemarin (Senin, 31 Agustus 2026 sore) TPA Bojong Canar kembali kebakaran yang kedua kalinya. Dengan titik api yang sama,” ujarnya.
Riza menjelaskan, petugas mengalami kesulitan memadamkan bara api karena api di permukaan dapat dipadamkan dengan penyemprotan air, tetapi bara di dalam timbunan sampah masih menyala.
“Jadi api permukaan pada saat kita lakukan penyemprotan namun bara api dalam tumpukan sampah ternyata masih menyala. Sehingga untuk penanganan perlu menggunakan alat berat. Jadi harus kita gali dulu sampai kedalaman titik bara api agar bisa dilakukan pemadaman secara optimal,” katanya.
Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang, Nana Mulyana, mengatakan berdasarkan informasi dari penjaga TPA, kebakaran diduga dipicu percikan sisa pembakaran ranting bambu dan lahan.
“Luas area tumpukan sampah yang terbakar diperkirakan 200-300 meter dari luas seluruhnya 1,7 hektare. Tim BPBDPK bergerak ke lokasi melakukan pemadaman, pendinginan, penyisiran dan penguraian api untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali membesar sehingga lahan sampah yang terbakar tidak menjalar lebih luas,” ujarnya.
Nana mengatakan upaya pemadaman dilakukan hingga Selasa sekitar pukul 14.00 WIB. Pemadaman sempat dihentikan sementara karena mempertimbangkan keselamatan petugas.
“Semalam pemadaman kita hentikan karena memikirkan keselamatan petugas yang sudah kelelahan. Dan terlalu banyak menghirup udara kepulan asap hingga membuat petugas alami batuk-batuk,” katanya.
Pemadaman kemudian dilanjutkan pada pagi hari dengan mengerahkan tiga unit kendaraan, yakni satu unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Labuan, satu unit mobil tangki air dari Pos Mako Pandeglang, dan satu unit mobil tangki air bantuan Perumdam.
Nana menegaskan, proses pemadaman tidak mudah karena meski api yang terlihat relatif kecil, kepulan asap yang dihasilkan cukup pekat dan menyebar hingga permukiman warga.
“Hasil kajian teman-teman lapangan bahwa upaya pemadaman tidak hanya bisa disemprot air karena baranya di bawah. Berarti harus pakai alat berat,” ujarnya.
Pihak BPBDPK juga telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang untuk mengerahkan alat berat guna mengurai timbunan sampah dan mencapai titik bara.
“Teman-teman masih di sana, anak-anak full time. Upaya pemadaman banyak kendala, utamanya sumber air jauh karena musim kemarau,” katanya.
Warga Keluhkan Asap Pekat
Sementara itu, warga sekitar TPA Bojong Canar, Abdul Rojak, mengapresiasi upaya petugas Damkar yang berjibaku memadamkan kebakaran.
“Karena memang kita gak kuat asapnya yang pekat. Bikin sesak dan tidur tidak nyenyak karena bau sampah terbakar,” kata Abdul.
Ia juga menyayangkan kebakaran yang kembali terjadi di TPA tersebut. Menurutnya, kondisi TPA yang sudah tidak digunakan tetapi masih menyisakan tumpukan sampah menjadi persoalan bagi warga sekitar.
“Karena memang TPA Bojong Canar tidak dipergunakan namun sampahnya masih menumpuk. Hingga mengakibatkan kebakaran yang sulit dipadamkan,” ujarnya.
Abdul yang juga Ketua Pemuda Cikedal berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera mengambil langkah terhadap kondisi TPA Bojong Canar, baik dengan kembali memfungsikannya maupun melakukan penanganan terhadap timbunan sampah yang masih tersisa.
“Bekas sampah berserakan karena memang sudah tidak difungsikan. Namun kami berharap ada perawatan atau kembali dinormalisasikan dengan melakukan penimbunan dengan urukan tanah,” katanya.
Reporter: Purnama Irawan -Editor: Aas Arbi

