SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membersihkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menempel di rumah, halaman, maupun jalan.
Abu vulkanik tetap harus dibersihkan. Namun, masyarakat diminta tidak menyapunya dalam kondisi kering karena dapat membuat partikel halus kembali beterbangan dan terhirup.
Sekretaris DLHK Provinsi Banten Budi Darma Sumapradja mengatakan abu yang cukup banyak sebaiknya terlebih dahulu dibasahi sebelum dikumpulkan.
“Bukan nggak boleh disapu. Tetap dibersihkan. Cuma kalau abunya banyak, jangan disapu kering sampai beterbangan lagi. Dibasahi sedikit, dikumpulkan, lalu dibuang di tempat yang aman. Intinya jangan sampai abunya malah menyebar lagi,” kata Budi, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, langkah tersebut penting untuk mencegah partikel abu kembali masuk ke udara dan meningkatkan paparan terhadap masyarakat.
Selain berpotensi mengganggu kesehatan, abu vulkanik yang tidak dikelola dengan baik juga dapat masuk ke saluran drainase dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut berpotensi menambah beban pencemaran dan sedimentasi pada saluran air.
“Abu yang terkumpul sebaiknya dikumpulkan dan ditangani dengan baik, supaya tidak semuanya terbawa ke drainase dan akhirnya menambah beban pencemaran atau sedimentasi,” ujarnya.
DLHK Banten juga meminta masyarakat tetap memperhatikan kondisi kualitas udara setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.
Terlebih, aktivitas gunung api tersebut masih berlangsung sehingga arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin.
Masyarakat yang wilayahnya terdampak abu juga disarankan menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika abu masih terlihat beterbangan.
Reporter: Yusuf Permana – Editor: Aas Arbi












