SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) seluas 20 hektare sebagai laboratorium pertanian untuk menguji berbagai inovasi budi daya dan teknologi pertanian.
Kawasan tersebut akan diarahkan menjadi ruang praktik bagi insan pertanian untuk mengembangkan berbagai metode tanam, produksi pupuk, hingga inovasi pertanian yang nantinya dapat diterapkan di lahan masyarakat.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pemanfaatan Sitandu sebagai laboratorium pertanian diharapkan membuat berbagai inovasi tidak berhenti pada tahap teori. Berbagai inovasi tersebut dapat langsung diuji, dikembangkan, dan dilihat penerapannya di lapangan.
“Kawasan ini bisa kita jadikan laboratorium. Banyak insan tani kita yang mampu memproduksi pupuk dan mempraktikkan berbagai metode tanam, semuanya bisa diuji coba di sini,” ujar Andra di kawasan Sitandu, Kota Serang, Sabtu, 26 September 2026.
Menurut Andra, pengembangan inovasi menjadi penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani. Karena itu, diperlukan ruang yang dapat digunakan untuk menguji berbagai metode sebelum diterapkan secara lebih luas.
Ia menilai Banten membutuhkan ruang yang mampu mempertemukan petani, akademisi, pelaku usaha, dan pemerintah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghasilkan berbagai pendekatan dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
Selain inovasi pertanian, Andra menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur untuk mendukung aktivitas dan produktivitas petani. Pemprov Banten telah menjalankan pembangunan Jalan Usaha Tani serta program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra.
Pada tahun pertama pelaksanaan program tersebut, sebanyak 61 ruas jalan desa telah diselesaikan. Menurut Andra, pembangunan infrastruktur tersebut turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat perdesaan.
“Dampaknya, alhamdulillah, nilai tukar petani kita mengalami peningkatan,” ujarnya.
Andra mengatakan, pembangunan infrastruktur perdesaan akan terus dilanjutkan. Infrastruktur dinilai memiliki peran penting dalam menekan biaya distribusi hasil pertanian dari sentra produksi menuju pasar.
Selain memperlancar mobilitas petani, akses jalan yang memadai diharapkan dapat membantu mempercepat distribusi hasil produksi pertanian. Dengan demikian, biaya yang harus ditanggung petani dalam membawa hasil panen ke pasar dapat ditekan.
Sebagai Ketua DPD HKTI Banten periode 2026-2031, Andra juga menegaskan bahwa organisasi tersebut harus mampu memberikan manfaat nyata bagi para petani.
“Saya sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya para insan pertanian,” katanya.
Andra berharap Sitandu tidak sekadar menjadi kawasan pertanian. Kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan inovasi yang mampu menghasilkan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi petani Banten.
Editor: Mastur Huda












