KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Serapan anggaran belanja Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) telah mencapai 50 persen lebih, hingga September 2026. Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Tangsel Hadi Widodo memperkirakan, nilai belanja yang telah terealisasi mencapai Rp2,4 triliun.
“Per minggu ini, sudah 50 persen lebih. Kalau sekitar 50 persen, berarti sudah kurang lebih Rp2,4 triliun. Pemerintah daerah menargetkan realisasi anggaran dapat terus meningkat hingga akhir tahun,” kata Hadi saat ditemui di gedung DPRD Kota Tangsel, Senin, 28 September 2026.
Hadi menjelaskan, rendahnya realisasi pada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terutama terjadi pada OPD teknis yang menangani pekerjaan konstruksi.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan pola yang kerap terjadi setiap tahun. Realisasi belanja pada OPD dengan kegiatan konstruksi biasanya belum tinggi pada semester pertama dan mulai meningkat pada semester kedua.
“Kalau dilihat komposisinya, OPD yang rendah realisasinya itu OPD teknis konstruksi. Memang trennya begitu setiap tahun. Penyerapan di OPD-OPD besar biasanya rendah di semester pertama, tetapi semester kedua mulai meningkat.” ujarnya.
Peningkatan realisasi anggaran diperkirakan akan semakin signifikan pada kuartal keempat. Hadi menyebut serapan pada OPD teknis konstruksi biasanya meningkat menjelang akhir tahun.
Ia memperkirakan realisasi belanja pada akhir 2026 dapat mencapai sekitar 90 persen atau lebih, mengikuti pola penyerapan anggaran pada tahun-tahun sebelumnya.
“Terutama di kuartal keempat peningkatannya akan signifikan. Biasanya di akhir tahun sudah mendekati 90 persen, bahkan bisa sampai 90 persen lebih di OPD-OPD teknis konstruksi.” katanya.
Editor: Agus Priwandono












