CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Al-Khairiyah (Instal) meluncurkan tiga program pendidikan dan pengabdian masyarakat bagi mahasiswa.
Program tersebut meliputi Program Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK), Al-Khairiyah Mengajar, dan Al-Khairiyah Mengabdi.
Peluncuran sekaligus pelepasan mahasiswa untuk mengikuti ketiga program tersebut berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Cilegon, Rabu (30/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Institut Al-Khairiyah Ahmad Munji, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkot Cilegon Rahmatullah.
Ketiga program tersebut memiliki sasaran dan bentuk kegiatan yang berbeda. Program PPLK akan diikuti mahasiswa semester VII pada 5 Oktober hingga 5 Desember 2026.
Para mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah sekolah dan madrasah formal yang tersebar di Kota Cilegon.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan dapat menerapkan kompetensi akademik dan pedagogik yang diperoleh selama perkuliahan dalam praktik pendidikan secara langsung.
Sementara itu, program Al-Khairiyah Mengajar akan diikuti mahasiswa semester V, khususnya penerima Beasiswa Pemerintah Kota Cilegon dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Program tersebut berlangsung pada 5 Oktober hingga 19 Desember 2026. Para mahasiswa akan ditempatkan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Khairiyah yang tersebar di Kota Cilegon.
Mahasiswa akan terlibat dalam proses pembelajaran sekaligus membantu penguatan pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Adapun Al-Khairiyah Mengabdi akan diikuti mahasiswa semester III penerima Beasiswa Pemerintah Kota Cilegon dan KIP.
Program tersebut berlangsung pada 5 Oktober hingga 19 Desember 2026 di berbagai wilayah Kecamatan Cilegon.
Kegiatan difokuskan pada bidang sosial, keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Kabag Kesra Pemkot Cilegon Rahmatullah menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan ketiga program tersebut.
Pemerintah daerah mengapresiasi keterlibatan mahasiswa perguruan tinggi dalam membantu masyarakat, khususnya pada bidang pendidikan dan keagamaan.
“Kami tentu mendukung kegiatan seperti ini. Mahasiswa tidak hanya belajar di lingkungan kampus, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat,” kata Rahmatullah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah dan madrasah, serta masyarakat.
Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat juga diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban akademik, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan tempat mereka melaksanakan kegiatan.
Editor : Abdul Rozak












