SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mendorong pelaku UMKM semakin terhubung dengan industri dan investor.
Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan investasi di Banten ikut memperluas manfaat ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Upaya itu dibahas dalam Forum Dialog Strategis Road to Banten Investment Forum (BIF) 2026 di Banten, Rabu 30 September 2026.
Forum tersebut juga membahas kesiapan sumber daya manusia (SDM) vokasi agar lulusan pendidikan vokasi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Virgojanti mengatakan, kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri menjadi salah satu agenda penting dalam penguatan investasi.
Selain itu, pemerintah juga perlu memastikan pelaku usaha lokal memiliki kesempatan masuk ke dalam rantai pasok industri yang berkembang seiring masuknya investasi.
“Berdasarkan hasil asesmen, ada tiga agenda prioritas, yaitu memperluas kemitraan industri dan pelaku usaha lokal, memperkuat penyiapan SDM vokasi sesuai kebutuhan kompetensi industri, serta mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi,” kata Virgojanti.
Menurutnya, hambatan investasi yang perlu ditangani antara lain berkaitan dengan lahan, tata ruang, infrastruktur dan lingkungan.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Sofwan Kurnia mengatakan, pihaknya terus mendorong pengembangan UMKM secara end-to-end.
Pendampingan dilakukan melalui korporatisasi, peningkatan kapasitas, perluasan akses pembiayaan, market intelligence, kurasi produk, business matching hingga tindak lanjut pasca kegiatan.
Saat ini terdapat 68 UMKM binaan SIKEPANG dan 439 UMKM mitra BI Banten. Para pelaku usaha tersebut terus didorong agar memiliki akses lebih luas terhadap pasar, buyer, pembiayaan maupun rantai pasok industri.
“Semakin kuat keterhubungan antara investor, industri, UMKM dan SDM lokal, semakin besar pula peluang investasi menciptakan nilai tambah dan manfaat ekonomi bagi masyarakat Banten,” ujar Sofwan.
Forum juga dilengkapi dengan one-on-one consultation dan networking. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi pelaku UMKM, industri dan lembaga pendidikan vokasi untuk menjajaki kerja sama sekaligus membahas kebutuhan masing-masing.
Penguatan investasi berkualitas tersebut sejalan dengan kinerja ekonomi Banten yang tumbuh 5,49 persen pada triwulan II 2026. Sementara realisasi investasi semester I 2026 mencapai sekitar Rp66,3 triliun.
Road to Banten Investment Forum selanjutnya akan bermuara pada pelaksanaan Banten Investment Forum 2026 yang disinergikan dengan Karya Kreatif Banten pada 9–11 Oktober 2026 di Tangerang Selatan.
Editor: Abdul Rozak











