PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang melakukan modifikasi kendaraan dinas logistik untuk dapur umum menjadi mobil tangki air.
Modifikasi dilakukan karena keterbatasan jumlah armada mobil tangki air untuk pendistribusian bantuan air bersih kepada warga mengalami krisis air bersih.
Berdasarkan data jumlah wilayah terdampak kekeringan hingga krisis air bersih meliputi 27 kecamatan dan 90 desa. Data ini merupakan hasil update per tanggal 29 September 2026.
Luasnya wilayah kena dampak kekeringan membuat BPBDPK harus berputar otak dan waktu untuk bisa mendapatkan kendaraan alternatif untuk membantu kelancaran pendistribusian air bersih. Sebab semua kendaraan sudah dioperasikan dan sudah mengajukan bantuan juga kepada pihak lain.
Namun karena keterbatasan armada juga sehingga untuk menambah armada BPBDPK terpaksa melakukan modifikasi kendaraan logistik.
Menurut Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang Nana Mulyana, modifikasi ini sangat terpaksa untuk dilakukan.
“Sebab kita terdesak dengan tingginya permintaan bantuan air bersih. Namun jumlah armada kendaraan tangki air terbatas,” katanya, Jumat, 2 Oktober 2026.
Terbatasnya kendaraan tangki ini tidak membuat BPBDPK menyerah begitu saja. BPBDPK langsung melakukan modifikasi kendaraan dinas untuk logistik.
“Biasanya kendaraan ini digunakan untuk angkut logistik dapur umum. Tapi kali ini kita modifikasi menjadi mobil tangki dengan kapasitas angkut 3000 liter air,” katanya.
Mobil tangki hasil modifikasi ini sudah bisa membantu dalam penyaluran air bersih. Sudah mengirimkan bantuan air bersih ke wilayah Kecamatan Patia.
“Dan juga ke Kecamatan Banjar. Yang saat ini warganya membutuhkan bantuan air bersih karena sumber air sumur maupun mesin pompa mengalami kekeringan,” katanya.
Warga Banjar Haerani menyambut baik, kehadiran BPBD yang datang menyalurkan bantuan air bersih.
“Air bersih yang paling kita butuhkan itu untuk kebutuhan memasak. Kalau untuk mandi kebetulan ada kali jadi masih ada untuk menjadi andalan sedangkan kalau buat masak air dan masak makanan ini kita sangat butuh,” katanya.
Saat belum ada bantuan, biasanya beli air isi ulang menggunakan galon. Kalau Sekali dua kali mungkin gak begitu berat.
“Tapi kalau berkali-kali lumayan berat juga. Berat harus ngeluarin uang tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya,” katanya.
Editor: Abdul Rozak











