SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda mengalami penurunan. Status gunung api tersebut turun dari Level III atau Siaga menjadi Level II atau Waspada.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Anak Krakatau di Pasauran, Deni Mardiono, mengatakan penurunan status tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik GAK mulai berkurang.
“Aktivitas vulkanik Anak Krakatau sudah berkurang. Statusnya pun sudah turun dari Siaga menuju Waspada,” kata Deni, Selasa, 29 September 2026.
Meski aktivitas vulkanik menurun, Deni mengingatkan masyarakat dan wisatawan untuk tetap mematuhi batas aman yang telah ditetapkan.
Wisatawan maupun masyarakat masih dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.
“Jarak 2 km itu merupakan jarak aman dari material yang bisa diluapkan ketika sewaktu-waktu erupsi terjadi,” ujarnya.
Sementara itu, abu vulkanik dinilai tidak berbahaya dengan penanganan tertentu, seperti menggunakan masker dan kacamata ketika beraktivitas di luar ruangan.
Deni meminta masyarakat, khususnya wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir Banten dan Selat Sunda, tetap memperhatikan informasi resmi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kewaspadaan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi perubahan aktivitas vulkanik yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
Penurunan status GAK menjadi salah satu pertimbangan dalam upaya pemulihan aktivitas pariwisata di pesisir Banten.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Banten, Eli Susiyanti, mengajak masyarakat untuk tidak ragu kembali berwisata ke Banten dengan tetap memperhatikan informasi dan ketentuan keselamatan yang ditetapkan pihak berwenang.
“Kami ingin menyampaikan bahwa Banten siap menyambut semua wisatawan,” ujarnya.
Editor : Aas Arbi












