CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Puskesmas Ciwandan, Kota Cilegon, meraih penghargaan dari Akselerasi Puskesmas Indonesia (APKESMI) atas inovasi program pencegahan anemia dan stunting di Kecamatan Ciwandan.
Penghargaan tersebut diberikan karena Puskesmas Ciwandan dinilai aktif menjalankan program skrining dan diagnosis, edukasi, intervensi, serta pemantauan aksi pencegahan anemia dan stunting.
Kepala Puskesmas Ciwandan Arief Dharma Hartana mengatakan, fasilitas kesehatan yang dipimpinnya menjadi lokus implementasi Program Puskesmas Siap Sedia.
“Puskesmas Ciwandan jadi Lokus Implementasi Program Puskesmas Siap Sedia. Kami menerima penghargaan atas dedikasi, partisipasi, dan kontribusi dalam mendukung implementasi inovasi skrining dan diagnosis, edukasi, intervensi dan pemanfaatan aksi cegah anemia dan stunting,” katanya.
Selain itu, Puskesmas Ciwandan ditetapkan sebagai lokus sejumlah program atau Center of Excellence (CoE), termasuk interaksi puskesmas serta CoE Quality Improvement (QI) untuk ibu hamil.
Menurut Arief, upaya pencegahan anemia pada remaja dan stunting mendapat perhatian dalam penilaian program tersebut.
“Dedikasi, partisipasi dan edukasi pencegahan anemia untuk remaja dan pencegahan stunting Puskesmas Ciwandan dinilai luar biasa,” ungkapnya.
Pelaksanaan program juga didukung sektor industri yang berada di sekitar Kecamatan Ciwandan. Arief menyebut terdapat sekitar 18 perusahaan yang turut mendukung berbagai kegiatan kesehatan di wilayah tersebut.
Dukungan tersebut di antaranya berasal dari Chandra Asri, Krakatau Posco, Krakatau Bandar Samudera (KBS), serta sejumlah perusahaan lainnya.
Bantuan diarahkan untuk mendukung edukasi, pengobatan, hingga pencegahan anemia dan stunting.
“Total industri yang support kita ada sekitar 18 perusahaan. Berbagai program edukasi, pengobatan, pencegahan stunting, anemia bagi ibu hamil dan remaja dibantu industri di sekitar Ciwandan,” paparnya.
Sementara itu, pencegahan anemia dan stunting dilakukan secara berjenjang melalui edukasi dan pemantauan di sejumlah titik pelayanan kesehatan.
Program menyasar sekolah, posyandu, puskesmas hingga Puskesmas Pembantu (Pustu).
Di Kecamatan Ciwandan terdapat enam Pustu yang tersebar di setiap kelurahan. Masing-masing Pustu didukung dua tenaga kesehatan yang terdiri dari bidan dan perawat serta dua kader.
“Kami melakukan pemantauan di puskesmas, posyandu hingga ke Pustu yang jumlahnya ada enam atau di setiap kelurahan ada satu. Di setiap Pustu ada dua nakes, bidan dan perawat, ada juga dua kader Pustu,” urainya.
Arief berharap penghargaan tersebut menjadi dorongan agar program pencegahan anemia dan stunting di Kecamatan Ciwandan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Editor: Abdul Rozak












