SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Provinsi Banten menilai peningkatan investasi harus diikuti dengan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan realisasi investasi Banten hingga semester I 2026 telah mencapai sekitar Rp66,3 triliun dan menempatkan Banten dalam lima besar nasional.
Namun, besarnya investasi tersebut tidak boleh hanya diukur dari nilai modal yang masuk.
“Investasi harus menciptakan pekerjaan. Investasi harus menciptakan keterampilan masyarakat. Investasi harus membuka ruang bagi pengusaha lokal dan UMKM,” kata Andra Soni dalam Rapat Paripurna HUT ke-26 Provinsi Banten, Minggu (4/10/2026).
Menurutnya, investasi juga harus mampu memperkuat rantai pasok daerah dan memberikan manfaat ekonomi secara lebih merata.
“Bukan hanya investasi yang besar, tetapi investasi yang berkualitas dan berdampak,” tegasnya.
Andra mengatakan, pemerintah harus memastikan setiap investasi yang masuk memiliki keterkaitan dengan tenaga kerja lokal, UMKM dan perekonomian daerah.
Hal itu menjadi penting karena di tengah pertumbuhan ekonomi dan investasi, tingkat pengangguran terbuka Banten masih berada di angka 6,48 persen pada Mei 2026.
Karena itu, Pemprov Banten akan memperkuat keterhubungan antara investasi dengan kebutuhan tenaga kerja melalui pendidikan vokasi, pelatihan dan pemagangan.
Editor Daru












