SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Serang telah resmi mendapatkan penempatan kerja per janggal 1 Oktober 2026.
Keberadaan Manajer KDMP diharapkan akan mampu meningkatkan penjualan dan menjalin kerja sama yang baik dengan pengurus KDMP.
Pengurus KDMP Desa Ranjeng, Adkha Zahra Fauziah, mengatakan saat ini manajer koperasi yang baru sudah ditempatkan. Manajer tersebut berasal dari BCP 1 yang masih berada di wilayah Ranjeng.
“Sudah ada manajer yang ditempatkan di Ranjeng. Beliau dari BCP 1, masih daerah Ranjeng. Tadi sempat datang juga ke sini cuma ambil foto dan kenalin diri,” katanya, Minggu 4 Oktober 2026.
Ia mengatakan, gedung baru KDMP telah selesai dan baru saja dilakukan verifikasi dan Validasi (Verval) oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. Namun, hingga kini belum ada informasi kapan akan mulai beroperasi di gedung baru tersebut.
“Kemarin baru verval, pengecekan gedung baru. Terus sudah pengumuman juga tanggal 1 katanya manajer datang. Tapi dari dinas belum ada info atau dari manajer juga belum ada info kapan mulai operasi di gedung barunya,” ujarnya.
Adkha berharap dengan adanya manajer baru dan gedung baru, pengelolaan koperasi bisa lebih profesional dan ada kepastian penggajian bagi pengurus.
“Mungkin sudah ada penggajian buat pengurus. Terus kalau bisa manajer juga ngebantu ke depannya gimana, terus kayak pembelanjaan ngasih ide-ide inovasi baru. Saling kerja sama aja, tidak saling mengatur,” ujarnya.
Ia juga berharap proses pindah ke gedung baru bisa dipercepat karena gedung lama saat ini sudah terlalu sempit. Bahkan pengurus sudah mulai menghabiskan stok barang agar tidak terlalu banyak yang harus digotong saat pinda
“Penginnya pindah cepat-cepat. Pengin tahu ke depannya gimana koperasi. Selama ini belum ada gaji bulanan yang diterima, masih nol. Masih uang pribadi juga,” ungkapnya.
Meski belum menerima gaji, koperasi sudah melakukan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU). Pembagian terakhir dilakukan pada Juli lalu. “Kalau untuk SHU sudah ada. Kemarin terakhir bulan Juli kita sudah pembagian SHU,” imbuhnya.
Saat ini, KDMP Desa Ranjeng memiliki sekitar 1.000 anggota terdaftar, dengan 800 anggota aktif yang rutin berbelanja. Untuk simpanan, anggota dikenakan simpanan pokok Rp10.000 dan simpanan wajib Rp5.000.
Soal omzet, Adkha menyebut omzet harian koperasi cukup fluktuatif tergantung ketersediaan bahan pokok. “Kalau ada minyak atau beras omzet bisa Rp5 juta ke atas. Kalau lagi tidak ada paling Rp2 juta, paling kecil Rp1 jutaan. Kita ngitungnya dari omzet bukan dari jumlah orang,” pungkasnya.
Editor Daru












