SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Serang berupaya meningkatkan kapasitas para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Upaya tersebut dilakukan guna membawa UMKM naik kelas dan produk-produk yang dihasilkan bisa menembus pasar ekspor.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah dengan melaksanakan seleksi inkubasi wrausaha yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) yang bekerjasama dengan Inkubator Bisnis Rumah Berdaya Cilegon (RBC).
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari sejak Senin 5 Oktober hingga Selasa 6 Oktober tersebut diikuti oleh sebanyak 200 orang peserta.
Kegiatan dilaksanakan di aula kantor Diskoumperindag Kabupaten Serang, Kecamatan Ciruas.
Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, mengatakan ada sebanyak 200 UMKM yang mengikuti tahapan seleksi yang dilaksanakan selama dua hari.
Kegiatan tersebut menjadi pintu awal untuk program pendampingan intensif UMKM agar naik kelas.
“Saya hadir mewakili Bupati menyapa peserta seleksi pendampingan atau inkubasi UMKM. Ini 2 hari berlangsung, hasil asesmennya dilanjutkan proses pendampingan,” ujarnya.
Setelah lolos seleksi, peserta akan mendapat pendampingan 3 hari di awal, lalu dilanjutkan pendampingan selama 3 bulan.
Fokusnya pada perbaikan kemasan (packaging), strategi pemasaran, penguatan kelembagaan, hingga legalitas usaha seperti sertifikat halal, Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Peserta sudah berproduksi lebih dari setahun. Ini bagian dari target dinas agar UMKM Serang bertahap naik kelas,” katanya.
Dalam proses kurasi, setiap peserta membawa portofolio produk untuk dinilai omzet penjualan dan jangkauan pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri.
“Dikurasi produknya, sudah berapa penjualan, pemasarannya bagaimana. Portofolio dibawa dan dinilai,” jelasnya.
Najib menyebut ada tiga klaster unggulan UMKM Serang yang diinkubasi, yakni handicraft, fashion, dan kuliner. Program ini juga menjadi bagian dari rangkaian 500 tahun Kabupaten Serang Melayani Umat.
“Harapannya penguatan pasar lokal dulu, selanjutnya produk yang potensial kita dorong ekspor. Produk khas yang belum punya HKI juga kita dampingi. Dari ribuan UMKM, tiap tahun harus ada yang naik kelas,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak












