SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pengalaman kerja menjadi salah satu bekal penting bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebelum memasuki dunia industri. Karena itu, Pemprov Banten bersama Gyokai Indonesia Kompeten menyiapkan program pemagangan bagi siswa dan lulusan SMK.
CEO Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengatakan, program tersebut diarahkan pada penempatan kerja nyata sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran teori, tetapi juga pengalaman langsung di lingkungan industri.
Menurut Teguh, pengalaman kerja sering menjadi salah satu prasyarat sebelum pelamar mendapatkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) di perusahaan.
“Melalui program magang inilah, para lulusan SMK akan mendapatkan pengalaman riil yang sangat dibutuhkan oleh industri. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkannya di lapangan,” ungkap Teguh.
Untuk memperkuat program tersebut, Gyokai Indonesia Kompeten telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Polda Banten serta sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Banten.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas akses pemagangan sekaligus mempertemukan kompetensi calon tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan.
Gubernur Banten Andra Soni sebelumnya menegaskan, peningkatan kualitas lulusan SMK menjadi bagian dari strategi Pemprov Banten dalam meningkatkan kesiapan tenaga kerja lokal.
Pemprov Banten juga mengintegrasikan upaya tersebut dengan Program Sekolah Gratis, khususnya melalui penguatan sertifikasi dan pelatihan bahasa asing yang dibutuhkan industri.
Ke depan, pelaksanaan program akan dikoordinasikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten.
Koordinasi tersebut ditujukan agar ekosistem pendidikan, pelatihan, pemagangan hingga penempatan kerja dapat berjalan selaras dengan kebutuhan industri di Banten.
Editor: Bayu Mulyana












