SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Kabupaten Serang menginjak usia 5 abad. Usia yang sudah sangat matang untuk sebuah daerah. Di momentum 500 tahun usianya ini, Kabupaten Serang dipimpin oleh seorang Seorang perempuan putra daerah, yakni Ratu Rachmatuzakiyah dan wakilnya Muhammad Najib Hamas.
Perayaan 500 tahun Kabupaten Serang terlihat sederhana namun bermakna. Dimulai dengan ziarah ke makam para pemimpin terdahulu pada Rabu 7 Oktober 2026, dilanjutkan dengan pelaksanaan rapat paripurna di gedung DPRD Kabupaten Serang yang berlangsung cukup hangat dan khidmat pada Kami 8 Oktober 2026.
Kebersamaan antara tokoh masyarakat, Bupati terdahulu, sekda terdahulu, kepolisian, TNI, eksekutif, legislatif hingga pelaku usaha terlihat sangat cair. Hal ini tentunya menjadi kunci penting untuk membangun Kabupaten Serang.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan usia 500 tahun bukan sekadar angka dan seremoni. 5 abad adalah perjalanan panjang yang di dalamnya tersimpan keteguhan, pengorbanan, karya, doa, dan keteladanan.
“Kita menghormati para ulama, pemimpin, pejuang, pendidik, petani, nelayan, pekerja, pelaku usaha, aparatur, serta seluruh masyarakat yang dari generasi ke generasi telah menjaga dan membangun Serang,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.
Zakiyah menegaskan, pembangunan harus menghadirkan kebahagiaan nyata dalam kehidupan sehari-hari. “Serang Bahagia bukan sekadar slogan melainkan tekad agar anak-anak memperoleh pendidikan bermutu, ibu dan bayi mendapatkan layanan kesehatan yang aman, keluarga miskin memperoleh perlindungan, pemuda memiliki keterampilan dan pekerjaan serta petani, nelayan, UMKM memiliki ruang untuk tumbuh,” tegasnya.
Zakiyah mengungkapkan, sejumlah indikator pembangunan yang ditetapkan di tahun 2025 menunjukkan tren positif. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun 0,45 poin menjadi 8,73 persen, angka kemiskinan turun 0,03 poin menjadi 4,48 persen dan menjadi terendah ketiga di Provinsi Banten.
Lalu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik 0,82 menjadi 74,10, dan laju pertumbuhan ekonomi naik 0,35 poin menjadi 5,52 persen.
“Capaian tersebut patut disyukuri tetapi tidak boleh membuat kita lengah. Di balik setiap angka terdapat keluarga dan warga yang menunggu kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menegaskan prinsip pembangunan yang dimiliki Pemkab Serang kini ialah, tidak ada desa yang tertinggal, tidak ada wilayah yang terabaikan, dan tidak ada kelompok masyarakat yang luput dari perhatian.
Di akhir pidatonya, Zakiyah mengajak semua unsur pentahelix – pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, DPRD, Forkopimda, hingga pemerintah desa – untuk memperkuat kolaborasi.
Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada pemuda untuk menjadi generasi pencipta karya dan menguasai digital, serta kepada perempuan untuk memperluas akses pendidikan, kesehatan dan kepemimpinan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Serang, saya sampaikan terima kasih kepada para pendahulu. Kita berdiri hari ini karena jasa mereka dan generasi yang akan datang akan berdiri karena apa yang kita kerjakan hari ini,” ujarnya.
Editor Bayu Mulyana











