SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) dan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) secara terpadu di Kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Serang, Minggu, 11 Oktober 2026.
Kedua program itu digelar untuk meningkatkan pemahaman nelayan mengenai informasi cuaca maritim, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi gempa bumi dan potensi tsunami.
Kegiatan itu diselenggarakan melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Merak dan Stasiun Geofisika Tangerang.
Acara itu dihadiri anggota Komisi V DPR RI, Ahmad Fauzi; Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah II; serta Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG.
Fauzi menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan Sekolah Lapang Gempa Bumi, mengingat Provinsi Banten memiliki potensi ancaman bencana.
“Ya, tentu saya sebagai anggota DPR RI dari Provinsi Banten di mana Banten sangat rentan bencana sangat mendukung betul kegiatan Sekolah Lapang ini,” kata Fauzi.
Ia menilai, kegiatan edukasi seperti ini dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat agar lebih siap ketika bencana terjadi.
“Dengan adanya Sekolah Lapang ini masyarakat diberi bekal, diberi pengetahuan, diedukasi agar masyarakat siap siaga ketika nanti bencana itu terjadi,” ujarnya.
Melalui SLCN, nelayan mendapatkan pembekalan mengenai pemanfaatan informasi cuaca maritim dari BMKG. Informasi tersebut dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan sebelum melaut, terutama untuk memahami kondisi cuaca dan potensi gelombang laut.
Pemahaman terhadap informasi cuaca diharapkan membantu nelayan mengambil keputusan yang lebih aman saat menjalankan aktivitas penangkapan ikan.
Hal ini penting karena perubahan kondisi laut dapat meningkatkan risiko keselamatan selama perjalanan maupun ketika berada di lokasi penangkapan.
Sementara itu, melalui SLG, masyarakat mendapatkan edukasi mengenai kegempaan, potensi tsunami, serta langkah penyelamatan diri. Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman peserta dalam menghadapi situasi darurat.
Fauzi juga mendorong agar edukasi kebencanaan diperluas ke lingkungan pendidikan. Menurutnya, pengetahuan mengenai bencana perlu diberikan sejak dini agar semakin banyak masyarakat memahami cara menghadapi ancaman di wilayahnya.
“Harapan Komisi V kemarin sudah kita usulkan juga kepada Dir BMKG agar masalah BMKG bisa masuk ke dalam kurikulum sekolah. Terutama di daerah Banten ya,” tuturnya.
Kegiatan SLCN dan SLG diikuti kelompok nelayan, relawan kebencanaan, mahasiswa, serta pemangku kepentingan daerah. Keterlibatan berbagai kelompok tersebut diharapkan memperluas penyebaran informasi mengenai cuaca dan mitigasi bencana.
Editor: Agus Priwandono










