SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang meminta sekolah menggelar salat Duha dan membaca Al-Qur’an setiap Rabu sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program Serang Mengaji untuk memperkuat pembinaan akhlak siswa.
Permintaan itu disampaikan Wali Kota Serang Budi Rustandi saat membuka kegiatan Serang Mengaji di SMP Negeri 21 Kota Serang, Selasa (13/10/2026).
Budi meminta dinas terkait dan Satgas Serang Mengaji mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan tersebut agar berjalan rutin di sekolah.
Menurut Budi, salat Duha dan membaca Al-Qur’an tidak hanya menjadi bagian dari pembiasaan ibadah, tetapi juga diharapkan membawa keberkahan bagi Kota Serang.
“Karena sambil mendoakan Kota Serang agar cepat pertumbuhan ekonominya. Karena Duha itu mengundang rezeki,” kata Budi.
Ia menjelaskan, pemilihan hari Rabu juga berkaitan dengan hari kelahirannya. Hal tersebut menjadi motivasi pribadi untuk terus mengembangkan pelaksanaan program Serang Mengaji.
“Bukan saya sombong, tapi kebahagiaan saya untuk memotivasi saya dalam rangka mengemas lebih bagus lagi, lebih baik lagi, terutama dalam Serang Mengaji,” ujarnya.
Budi menyebutkan, capaian program Serang Mengaji saat ini mencapai 92,6 persen. Pemkot Serang masih melakukan pengecekan untuk memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai target.
Serang Mengaji Bakal Diperluas ke SMA dan SMK
Pemkot Serang juga berencana memperluas program Serang Mengaji ke jenjang SMA dan SMK melalui sinergi dengan Pemerintah Provinsi Banten.
Rencana tersebut menyusul permintaan Gubernur Banten Andra Soni agar program Serang Mengaji menjangkau siswa sekolah menengah atas dan kejuruan, khususnya di Kota Serang.
“Alhamdulillah, kemarin Pak Gubernur memanggil Satgas Serang Mengaji dan meminta untuk kelas tingkat SMA dan SMK, khususnya di Kota Serang. Dan kita akan bersinergi dengan Pak Gubernur,” ujarnya.
Menurut Budi, program Serang Mengaji membantu pemerintah memetakan kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat pembinaan akhlak dan adab sejak dini.
Ia mencontohkan pelaksanaan program tersebut di SMP Negeri 5 Kota Serang. Dari sekitar 540 siswa, jumlah siswa yang belum bisa mengaji disebut berkurang dari 36 orang menjadi delapan orang.
“Dari 540 sekian murid itu yang tidak bisa mengaji 36. Nah, sekarang tinggal sisa 8,” katanya.
Budi menilai pembinaan akhlak dan adab anak membutuhkan peran bersama antara pemerintah dan orang tua. Menurut dia, pendidikan tersebut penting agar siswa memahami dan menerapkan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Aas Arbi












