KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemilik toko peralatan bela diri dan kebugaran Hook Fight Gear, Dinda, menuntut pertanggungjawaban dan ganti rugi atas kerusakan barang dagangan serta gudang usahanya akibat ledakan di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu 14 Oktober 2026.
Akibat insiden tersebut, sejumlah barang dagangan berupa peralatan olahraga dan alat kebugaran mengalami kerusakan. Dinda memperkirakan kerugian yang dialaminya mencapai ratusan juta rupiah.
Dinda mengatakan, sedikitnya lima ruko yang mereka sewa terdampak ledakan. Kerusakan juga terjadi pada gudang yang digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan olahraga dan bela diri.
Ia mengaku hingga saat ini belum mengetahui secara pasti penyebab ledakan maupun pihak yang harus bertanggung jawab atas kerusakan yang dialaminya, namun katanya dugaan sumber ledakan berasal dari sebuah ruko yang dijadikan tempat penyimpanan bahan makanan sebuah Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Yang jelas, kami dan teman-teman yang menjadi korban meminta ganti rugi. Kami sangat dirugikan,” ujarnya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Kamis 15 Oktober 2026.
Dinda mengatakan, saat ledakan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, Dinda mengaku sedang berada di kantor. Ia merasakan getaran seperti gempa sebelum mendengar suara ledakan keras.
“Jadi ledakan itu habis Magrib. Saya lagi di kantor, rasanya seperti gempa, terus terdengar boom. Awalnya saya kira orang main petasan,” ujar Dinda saat ditemui di lokasi.
Setelah mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut, Dinda langsung mendatangi lokasi. Ia terkejut melihat kondisi gudang dan sejumlah ruko yang mengalami kerusakan.
Menurutnya, banyak barang dagangan yang rusak merupakan produk dengan nilai jual tinggi. Kondisi tersebut membuat usahanya mengalami kerugian cukup besar.
“Kalau dari barang, yang rusak itu barang jualan yang mahal-mahal. Alat gym kami yang ada di gudang juga rusak. Kerugian ratusan juta ada,” ungkapnya.
Dinda mengatakan, kepastian mengenai penyebab ledakan sangat penting agar para pemilik usaha dapat menentukan langkah selanjutnya untuk memperjuangkan hak mereka.
Ia juga berencana meminta rekaman kamera pengawas atau CCTV milik tokonya guna membantu menelusuri kronologi kejadian.
Menurutnya, informasi yang beredar mengenai penyebab ledakan masih simpang siur. Karena itu, ia berharap rekaman CCTV dapat membantu memberikan gambaran mengenai peristiwa tersebut.
“Kami ingin minta rekaman CCTV milik kami saja supaya bisa dicek. Semuanya masih dugaan dan simpang siur. Yang jelas, ditemukan tabung 52 kilogram, tetapi penyebab ledakannya masih belum tahu,” katanya.
Sebelumnya, ledakan terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu 14 Oktober 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah bangunan ruko dan kendaraan mengalami kerusakan.
Dalam pemeriksaan awal, kepolisian menemukan tabung etilen berkapasitas 52 kilogram yang lazim digunakan untuk membantu proses pematangan buah. Polisi juga menegaskan bahwa ledakan tersebut bukan berasal dari bom.
Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Temuan tabung etilen tersebut belum menjadi kesimpulan bahwa tabung itu merupakan sumber ledakan.
Editor: Mastur Huda












