CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Chandra Asri Group menggandeng Satuan Tugas (Satgas) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Kopassus TNI untuk memperkuat fasilitas perikanan di Papua.
Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyediaan cooler box untuk 200 titik fasilitas KNMP guna mendukung penanganan dan distribusi hasil tangkapan nelayan.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen PT Chandra Asri Pacific Tbk dalam mendukung program strategis pemerintah, khususnya penguatan sektor perikanan.
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan pada Rabu 14 Oktober 2026, cooler box tersebut masih dalam proses produksi dan akan disalurkan secara bertahap.
Fasilitas pendingin itu diharapkan dapat membantu menjaga kesegaran hasil tangkapan nelayan sekaligus menunjang kelancaran distribusi hasil perikanan.
Dengan demikian, hasil tangkapan dapat ditangani lebih baik sebelum dipasarkan.
Ketua Satgas Gabungan KNMP Papua, Brigadir Jenderal TNI Sutrisno Pujiono, mengatakan, kolaborasi antara dunia usaha dan Satgas KNMP menjadi salah satu bentuk sinergi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pesisir.
“Kolaborasi antara dunia usaha dan Satgas Tugas Gabungan KNMP Papua merupakan salah satu bentuk sinergi untuk mendukung kebutuhan masyarakat, termasuk para nelayan di Papua,” ujarnya.
Dia berharap penyediaan fasilitas tersebut dapat menunjang aktivitas perikanan masyarakat pesisir.
Menurutnya, kerja sama lintas sektor diperlukan untuk memperluas manfaat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Direktur Legal, External Relations & Circular Economy Chandra Asri Group, Edi Rivai, mengatakan, industri dalam negeri memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional.
“Melalui inisiatif ini, kami ingin mendorong pemanfaatan hasil industri dalam negeri untuk mendukung aktivitas perikanan dan perekonomian masyarakat pesisir di Papua,” kata Edi.
Dia menambahkan, kolaborasi antara sektor industri, pemerintah, dan TNI diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program strategis nasional sekaligus memperluas pemerataan manfaat pembangunan.
Editor: Mastur Huda












