SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Kebutuhan anggaran untuk perbaikan gedung Madrasah Diniyah Takmiliyah Al Hidayah, di Kampung Kadugenep Pasir, Desa Kadugenep, Kecamatan Petir diperkirakan mencapai Rp30 juta.
Pasalnya, kerusakan gedung yayasan cukup parah dan perlu adanya penggantian atap untuk dua gedung kelas yang rusak.
Kepala MI Al Hidayah, Muhamad Juhaedi, mengatakan berdasarkan perkiraan yang dihitung oleh pihak yayasan, kebutuhan untuk perbaikan dua gedung kelas membutuh kan anggaran sebanyak Rp30 juta rupiah, untuk penggantian atap dan Sarpras lainnya.
“Karena kan jendela juga perlu di perbaiki dan lainnya. Gedung kelas yang rusak ada dua. Kondisinya sudah sangat parah, kalau tidak disanggah oleh bambu mungkin sudah roboh,” katanya, Kamis 15 Oktober 2026.
Dari total keseluruhan anggaran, saat ini anggaran yang sudah terkumpul baru sebesar Rp9,5 juta. Bantuan tersebut berasal dari BAZNAS Kabupaten Serang sebesar Rp7,5 juta dan Rp2 juta berasal dari pihak lainnya.
“Anggaran masih sangat kurang, paling nanti kita simpan dulu, kalau sudah cukup baru pembangunan dimulai. Mudah-mudahan ada yang mau bantu untuk perbaikan gedung kelas,* tegasnya.
Ia mengaku kerap merasa was-was ketika proses pembelajaran dimulai, apalagi saat memasuki musim hujan. Selain karena banyaknya titik yang bocor, struktur bangunan yang sudah mulai lapok juga membuat guru merasa khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan.
“Apalagi hujan takut roboh, anak juga kalau hujan tuh udah gelisah udah pada bocor udah mulai enggak nyaman kalau udah hujan ini karena takut ambruk,” ujarnya.
Ia berharap agar adanya pihak-pihak lain yang ikut serta membantu pembangunan gedung madrasah, sehingga pembangunan bisa dimulai di tahun ini. “Sehingga anak-anak bisa belajar dengan tenang dan tentunya merasa aman,” tegasnya.
Kepala Desa Kadugenep, Kecamatan Petir, Muhammad Aopidi, langkah cepat Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah dan BAZNAS Kabupaten Serang yang telah memberikan bantuan untuk membantu penanganan gedung kelas rusak.
“Ini memang masih kurang dari kebutuhan untuk perbaikan atap. Ini menjadi PR kami untuk mencari bantuan, karena kalau harus dibebankan ke wali murid ataupun masyarakat ini sangat tidak mungkin,” ujarnya.
Rencananya, Aop akan mengajukan bantuan ke BAZNAS Provinsi Banten dan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Serang sehingga memiliki tambahan anggaran untuk perbaikan gedung kelas.
Editor Daru












