PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kualitas pembangunan jalan lingkungan berupa betonisasi dikeluhkan oleh warga Kampung Cidemang, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang, Kabupaten Pandeglang.
Jalan lingkungan berupa betonisasi hasil pengecoran secara manual sudah rusak, mengalami scaling (pengelupasan) atau dusting (pembubukan/berdebu).
Berdasarkan informasi dari Ketua RT, pembangunan jalan baru selesai dua bulan. Dengan penyedia jasa CV Putra Dika dengan anggaran Rp1,5 Miliar.
Alokasi anggaran sebesar Rp1,5 Miliar ini bukan hanya pengerjaan jalan lingkungan Kampung Cidemang tetapi meliputi Kecamatan Karang Tanjung, Pandeglang, Kaduhejo dan Koroncong.
Ketua RT 03 RW 02, Kampung Cidemang, Sumaruli mengeluhkan, kualitas jalan lingkungan yang sudah mengalami kerusakan.
“Kita mengeluhkan kondisi jalan beton karena kualitas kurang bagus. Baru dua bulan ini jalan sudah rusak, mengelupas atau pembubukan,” katanya, Kamis, 15 Oktober 2026.
Beton mengelupas dan mengalami pembubukan ini diduga kuat karena bahan materialnya tidak sesuai standar. Semen dan pasirnya kualitas kurang bagus.
“Sehingga baru juga dua bulan sudah rusak. Bahkan menyebabkan kecelakaan karena membuat ban roda menjadi licin saat melintasi pasir dan kerikil dari pengelupasan jalan beton yang berantakan,” katanya.
Sumaruli berharap, kepada pihak kontraktor atau pelaksana pengerjaan kembali melaksanakan perbaikan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban.
“Apalagi pengerjaan jalan lingkungan ini juga mendapatkan pengawasan langsung dari pihak Kejaksaan dan telah memberikan brosur pengaduan. Kalau sampai tak ada perbaikan maka kami akan membuat laporan pengaduan,” katanya.
Wakil Ketua III DPRD Kabupaten Pandeglang M.M Fuhaira Amin meminta kepada, Dinas PUPR agar menegur pihak ketiga untuk segera perbaiki jalan lingkungan sudah mengalami kerusakan.
“Karena saya meragukan kualitas sesuai dengan RAB. Bangunan jalan ini melalui pokok-pokok pikiran DPRD yang dimuat dalam APBD,” katanya.
Fuhaira menegaskan, Ia ikut merasa bertanggungjawab terhadap pelaksanaan dan pengawasannya. Apalagi Jaksa juga ikut turun dilibatkan dalam pengawasan .
“Ini kredibilitas Anggota DPRD dan Kejaksaan, makanya jangan main-main. Usulan DPRD, jangan dikerjakan asal-asalan,” katanya.
Editor Daru












