KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Kadar bakteri Escherichia coli (E. coli) dalam air di Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dilaporkan masih tinggi. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus melakukan pemeriksaan untuk menelusuri sumber kontaminasi.
Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, hasil pemantauan menunjukkan persoalan kualitas air di kawasan tersebut belum sepenuhnya teratasi. Pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk mengetahui penyebab masih tingginya kadar bakteri E. coli pada air yang digunakan warga.
“Dari DLH dan Dinas Kesehatan terus melakukan pemeriksaan secara rutin. Kadar E. coli masih tinggi. Bisa jadi dari sistemnya, sumbernya, atau saat pemipaan ada kebocoran,” ujar Pilar, Rabu (21/10/2026).
Menurut Pilar, kontaminasi diduga dapat berasal dari sistem pengolahan air, sumber air baku, maupun jaringan perpipaan yang menyalurkan air ke rumah warga. Karena itu, pemeriksaan perlu mencakup seluruh sistem, mulai dari instalasi pengolahan hingga jaringan distribusi.
Ia menegaskan, perbaikan instalasi harus dilakukan secara permanen agar persoalan kualitas air tidak terus berulang. Langkah tersebut perlu disertai penelusuran sumber kontaminasi dan pemeriksaan kondisi jaringan perpipaan yang digunakan untuk menyalurkan air kepada warga.
“Ini yang harus dilakukan pembongkaran instalasi dan perbaikan secara permanen,” katanya.
Persoalan kualitas air Serpong Lagoon sebelumnya mencuat setelah sejumlah warga mengalami gangguan kesehatan, seperti diare, mual, muntah, dan demam. Hingga Rabu (21/10/2026), jumlah warga yang dilaporkan terdampak mencapai 170 orang.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemkot Tangsel juga mendorong rencana pengambilalihan pengelolaan Water Treatment Plant (WTP) Serpong Lagoon oleh Perseroda Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PITS).
Pilar menyebut komunikasi dengan pihak terkait mulai menemukan titik temu. Pembahasan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) terkait rencana tersebut berpeluang segera dilakukan.
Sambil menunggu penanganan menyeluruh, Pemkot Tangsel telah menyalurkan sekitar 20.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Pilar menegaskan, penyediaan air sementara tetap menjadi tanggung jawab perusahaan pengelola. Kualitas air yang disalurkan juga harus memenuhi baku mutu berdasarkan pemeriksaan instansi terkait.
Editor: Mastur Huda












