KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Pengelola instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) Perumahan Serpong Lagoon, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), meningkatkan kadar klorin hingga 1,5 parts per million (ppm) untuk mengurangi bakteri Escherichia coli (E. coli) yang masih tersisa di jaringan distribusi air. Penanganan tersebut ditargetkan rampung pada 9 November 2026.
Penanggung jawab Operasional WTP Serpong Lagoon, Ahmad Yusuf, mengatakan peningkatan dosis klorin dilakukan setelah berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat. Langkah tersebut dipilih agar penanganan bakteri di jaringan distribusi dapat dilakukan tanpa menghentikan pasokan air selama dua hari.
Menurut Ahmad, sebelumnya terdapat dua opsi penanganan, yakni meningkatkan kadar klorin atau menghentikan distribusi air selama dua hari. Pengelola akhirnya memilih opsi pertama agar warga tetap dapat menerima pasokan air selama proses penanganan berlangsung.
“Kita naikkan kadar klorin, agak sedikit tinggi, tetapi masih di ambang batas normal, dengan tujuan E. coli bisa berkurang, namun warga bisa menggunakan airnya,” ujar Ahmad dalam rapat lanjutan bersama Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan dan warga di Kantor Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangsel, Rabu (21/10/2026).
Ahmad menjelaskan, peningkatan kadar klorin direncanakan berlangsung selama tujuh hari. Setelah itu, pengelola akan melakukan flushing atau pembilasan jaringan distribusi secara menyeluruh sebelum mengembalikan kadar klorin ke angka 0,2 ppm.
Meski distribusi air tetap berjalan, pengelola menyatakan penanganan tersebut perlu memperhatikan kondisi air dan sensitivitas warga terhadap klorin. Upaya peningkatan kadar klorin dilakukan untuk membantu mengurangi bakteri yang masih tersisa di jaringan distribusi.
Selain menangani jaringan distribusi, pengelola juga melakukan perbaikan di instalasi pengolahan air sejak 16 Oktober 2026. Pekerjaan tersebut meliputi pemeliharaan filter serta pembersihan dan pengurasan reservoir atau tempat penampungan air.
“Filter kemarin sudah kita tangani dua kali. Bahkan, malam kemarin kita melakukan pemeliharaan sampai pukul 03.00 WIB. Selanjutnya, titik reservoir juga sudah kita bersihkan dan kuras,” katanya.
Ahmad mengatakan, seluruh proses penanganan ditargetkan selesai paling lambat 9 November 2026. Namun, penyelesaian pekerjaan masih bergantung pada kelancaran proses teknis, termasuk kemungkinan gangguan pada pompa intake maupun peralatan pendukung lainnya.
“Kita berharap bisa tepat waktu sesuai jadwal yang sudah disepakati bersama Pak RT dan Pak RW,” ujarnya.
Sebelumnya, persoalan kualitas air di Perumahan Serpong Lagoon mencuat setelah 161 warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, seperti diare, mual, muntah, dan demam. Sampel air di kawasan tersebut juga dilaporkan mengandung bakteri E. coli.
Kasus tersebut mendorong Pemerintah Kota Tangsel meningkatkan perhatian terhadap penanganan dugaan pencemaran air dan operasional WTP Serpong Lagoon yang dikelola PT Arfa Putra Soegama. Penanganan kualitas air menjadi perhatian untuk memastikan sistem pengolahan dan distribusi air dapat kembali memenuhi persyaratan kualitas yang berlaku.
Editor: Mastur Huda












