SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang bersama dengan Asosiasi Dinas Kesehatan (Adinkes) Provinsi Banten berupaya menurunkan jumlah kasus AIDS, Tubercolosis dan Malaria (ATM). Bahkan menargetkan 0 kasus untuk tiga penyakit tersebut di tahun 2030 mendatang.
Salah satu upaya yang ditempuh untuk mewujudkan hal tersebut ialah dengan menjalin kerjasama dengan semua pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, OPD Non Dinkes hingga komunitas-komunitas untuk sama-sama menurunkan kasus ATM di Kabupaten Serang.
PIC Program Koordinator Akselerator pada Adinkes Provinsi Banten, dr. Sri Rustiati, mengatakan penanganan kasus AIDS, TBC dan malaria tidak bisa hanya dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) semata, melainkan harus melibatkan seluruh unsur sehingga eliminasi bisa dilakukan secara maksimal.
“Penyakit ATM kan sangat kompleks masalahnya. Tidak bisa diselesaikan oleh Dinkes sendiri. Ini babak belur. Jadi kita mengajak semua orang berperan. OPD lainnya, perusahaan, hingga kelompok masyarakat. Seperti covid, kalau semua turun bisa tertangani,” katanya, Rabu 21 Oktober 2026.
Dengan kolaborasi yang berjalan baik, diharapkan penyakit ATM bisa dieliminasi pada tahun 2030, baik di Kabupaten Serang, maupun di Indonesia secara keseluruhan.
“Kita Adinkes ada di seluruh provinsi, jadi memfasilitasi seluruh Dinas Kesehatan untuk menangani kasus ATM,” ujarnya.
Ia percaya, keterlibatan lintas sektoral untuk mengeliminasi penyakit ATM bisa lebih baik lagi dari tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau dulu Dinkes seperti kerja sendiri, kalau sekarang kita perannya sudah terlihat dari masing-masing pihak untuk mendukung percepatan penuntasan ATM,” ujarnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinkes Kabupaten Serang, dr. Istianah Hariyanti, mengatakan tren temuan kasus AIDS di Kabupaten Serang pada tahun ini semakin meningkat.
“Bukan berarti dulu hingga sekarang kasusnya yang meningkat, tetapi memang kita lebih aktif lagi menemukan, dibantu dengan pihak yang bekerjasama dengan kita,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, salah satu faktor terpenting dalam melakukan eliminasi kasus ialah kesadaran seseorang untuk diperiksa. Sehingga, kasus-kasus bisa segera ditemukan sehingga bisa dilakukan penanganan dengan maksimal.
“Ini yang menggerakan dari sektor lain, misalnya dari perusahaan mereka punya program screening tahunan, kemudian kita ada CKG yang dikerjakan teman-teman Puskesmas. Kemmudian dari tempat lain juga menggerakkan sasaran untuk mau diperiksa sehingga kita bisa melakukan program screening tersebut,” ujarnya.
Dengan sinergi dan kolaborasi bersama yang didampingi oleh Adinkes tersebut, ia berharap target untuk eliminasi AIDS, TB dan Malaria di tahun 2030 bisa terealisasi.











