SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memperbaiki 38 sekolah dasar (SD) sepanjang 2026.
Perbaikan yang didukung anggaran APBD dan APBN tersebut mencakup rehabilitasi bangunan hingga pembangunan fasilitas sekolah baru.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Zeka Bachdi, mengatakan program perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kelayakan sarana pendidikan, baik dari sisi kondisi bangunan maupun fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.
Menurutnya, pembenahan tidak hanya menyasar bangunan sekolah, tetapi juga kebutuhan mebelair atau perlengkapan ruang kelas. Pengadaan mebelair dilakukan melalui anggaran murni maupun anggaran perubahan.
“Yang rusak berat itu sekitar 10 sekolah. Nah, alhamdulillah Pak Wali Kota sangat konsen soal mebelair. Setiap anggaran perubahan dan anggaran murni itu ada pembelian mebelair untuk menuntaskan program tadi,” ujar Zeka, Kamis, 29 Oktober 2026.
Ia menjelaskan, dari hasil pendataan masih terdapat sekitar 10 sekolah yang masuk kategori rusak berat. Sekolah-sekolah tersebut ditargetkan mendapat penanganan pada 2027. Setelah itu, perbaikan akan dilanjutkan terhadap sekolah dengan kategori kerusakan sedang dan ringan.
Selain pembenahan bangunan, Dinas Pendidikan Kota Serang juga mendapatkan bantuan fasilitas pembelajaran dari pemerintah pusat berupa 835 unit Smart TV.
Setiap sekolah penerima direncanakan memperoleh tiga unit perangkat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Bantuan tersebut diperoleh setelah Pemkot Serang mengajukan permohonan kepada Kementerian Pendidikan.
Salah satu sekolah yang tengah menjalani perbaikan adalah SDN Kebaharan 1 Kota Serang. Guru kelas IV SDN Kebaharan 1, Yuyun, mengatakan renovasi mencakup tujuh ruang kelas serta sejumlah fasilitas lain, termasuk kantor dan kamar mandi.
Ia menyebutkan, sebelum direnovasi, kondisi bangunan sekolah sudah cukup memprihatinkan. Sejumlah bagian mengalami kerusakan, mulai dari atap bocor, keramik lantai yang menghitam hingga jendela yang rusak akibat dimakan rayap.
“Keramik juga sudah hampir menghitam. Saya pel pun kadang tidak kelihatan bersih karena sudah lama. Jendela sekolah juga sudah rusak, seperti mau copot karena kena rayap,” kata Yuyun.
Menurutnya, renovasi besar sebelumnya diperkirakan dilakukan pada era 1980-an, meskipun ia tidak mengetahui tahun pastinya. Perbaikan kali ini dimulai pada awal Agustus dan ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Selama proses renovasi, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung dengan pembagian tiga sesi, yakni pukul 07.00, 10.00, dan 12.00 WIB. Pengaturan tersebut dilakukan karena sebagian ruang kelas belum dapat digunakan selama pekerjaan berlangsung.
Yuyun menambahkan, SDN Kebaharan 1 saat ini hanya memiliki tujuh ruang kelas. Pihak sekolah sebenarnya telah mengajukan penambahan tiga ruang kelas, tetapi kebutuhan tersebut belum terealisasi.
“Kalau fisik kelasnya ada tujuh. Kami ingin menambah tiga kelas lagi, tetapi belum ada,” ujarnya.
Editor: Abdul Rozak












