SERANG – Atlet Banten kembali sukses mengibarkan bendera merah putih dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya di pentas olahraga internasional. Itu setelah Fauzul Adim sukses menyusul prestasi Rizky Aditya dengan meraih medali emas di kejuaraan Wrestling Junior Championship Asian 2017 di Nakhon Ratchasima Stadium, Bangkok, Thailand, Jumat (7/4) sore.
Adim mengibarkan merah putih usai menang di babak final kelas 50 kilogram gaya grego usai mengandaskan pegulat tuan rumah, Thailand, dengan Tus (KO) di ronde pertama. Pada kejuaraan ini, tim gulat Indonesia mampu membawa pulang tujuh keping medali, yakni dua emas, dua perak, dan tiga perunggu.
Yang paling membanggakan lagi, dua keping medali emas untuk tim gulat Indonesia dipersembahkan atlet gulat Banten. Suatu prestasi yang sangat membanggakan dan sekaligus membuktikan bahwa tim gulat Indonesia sangat bergantung pada pegulat Tanah Jawara.
Pelatih Gulat Junior Banten Susana Hasna Toha yang masih berada di Thailand saat dihubungi mengaku bersyukur atas prestasi pegulat Banten, Fauzul Adim yang mampu menoreh tinta emas dan mengumandangkan kembali lagu Indonesia Raya di Nakhon Ratchasima Stadium, Bangkok, Thailand.
“Alhamdulillah, ini sangat di luar dugaan kami semua. Adim bertemu atlet tuan rumah di final dan kami semua mengatakan situasi ini tidak menguntungkan. Sangat sulit ketika kita harus bertemu atlet tuan rumah. Tapi, Adim dengan kepercayaan diri tinggi mampu mengatasinya dengan mudah. Bahkan Adim bisa menang KO (knock out) setelah mengunci pegulat Thailand di ronde pertama. Sangat fantastis sekali,” kata pelatih gulat nasional yang akrab disapa Susan kepada Radar Banten, Jumat (7/4) sore.
Susan menambahkan, Adim menjadi harapan terakhir tim Indonesia untuk menambah medali emas lantaran pegulat lainnya sudah berguguran di babak penyisihan. “Ketika Adim sukses meraih medali emas, kami semua (tim gulat Indonesia-red) berhamburan ke atas matras untuk menyambut dan merayakan keberhasilan Adim. Karena kami di targetkan oleh PB PGSI minimal dua keping medali emas. Alhamdulillah kami mampu mewujudkan target tersebut dan yang membanggakan lagi dua-duanya emas dipersembahkan atlet Banten. Lengkap sudah keberhasilan kami di Thailand,” imbuhnya.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PGSI Banten Hariyanto menyatakan, capaian Adim dan Rizky di Thailand sebuah prestasi yang mengejutkan dunia gulat Indonesia. Bahkan ia mengaku mendapatkan banyak telepon dari PB dan pengurus provinsi lainnya pascakeberhasilan Adim dan Rizky di Thailand.
“Di PON XIX Jawa Barat 2016, gulat Banten mampu meraih dua keping medali emas dari Desi Sinta dan Aji Hakiki. Sekarang kami punya senjata baru, Adim dan Rizky yang akan menguncang PON XX Papua 2020 untuk melengkapi empat keping medali emas di Bumi Cendrawasih nanti. Samua daerah lain sudah ketar-ketir dengan peningkatan prestasi gulat Banten,” ucapnya.
Namun dipastikannya, prestasi yang sudah diraih pegulat Banten baik di PON XIX dan event internasional tidak akan membuat atlet dan pengurus terlena. Pola latihan bahkan akan ditingkatkan agar kualitas semakin matang. “Saya selalu mengatakan kepada anak-anak (atlet-red) bahwa prestasi mereka belum ada apa-apanya. Saya akan acungkan jempol apabila mereka mampu meraih medali emas di olimpiade. Tujuan saya bicara seperti itu agar mereka (atlet-red) lebih termotivasi untuk terus berlatih, berlatih, dan berlatih. Terutama kepada Adim dan Rizky, target utama mereka adalah medali emas PON XX Papua 2020,” tegas Hariyanto. (Andre AP/Radar Banten)










