MINUM kopi atau lebih sering disebut ngopi saat ini menjadi gaya hidup masyarakat, tak terkecuali di Kota Serang. Di Ibukota Provinsi Banten ini, tempat ngopi tak lagi hanya sebatas di kedai kopi kecil saja, tapi hadir juga di cafe dengan brand ternama yang diperuntukkan bagi para eksekutif muda.
Tren ngopi tak hanya digandrungi laki-laki, tapi juga perempuan. Namun, ngopi saat ini tidak hanya sebatas minum saja, tapi juga berbincang-bincang atau nongkrong hingga mendengarkan musik.
Owner Excelso Serang Novianti mengatakan, banyaknya peminat kopi dapat terbukti dari cepat habisnya stok kopi yang didrop Excelso pusat. Sebagai pecinta kopi yang juga hobi nongkrong, ia melihat belum ada tempat nongkrong untuk ngopi di Kota Serang yang nyaman dan eksklusif. “Di sini juga belum ada tempat ngopi yang menggandeng brand terkenal. Akhirnya kami bikin sendiri,” ujar Novi saat ditemui di Excelso Kota Serang di Jalan KH Abdul Hadi, Kebonjahe, Jumat (21/4).
Kata dia, selama ini tempat ngopi memang banyak di Kota Serang. Namun, belum ada yang menggunakan brand terkenal. Untuk itu, ia mencoba franchise dari Excelso. “Kebetulan kami kenal juga dengan pemilik Excelso pusat, makanya mudah untuk franchise,” tuturnya.
Novi mengatakan, pecinta kopi memang banyak di Kota Serang. Sejak dibuka tiga pekan yang lalu, pengunjungnya tak pernah sepi. Para penikmat kopi itu juga berasal dari berbagai kalangan dan segala usia, mulai dari remaja hingga orangtua. Namun, pengunjung di kafe yang baru di-launching 2 April itu mayoritas adalah eksekutif muda.
Selain pria yang memang identik dengan kopi, tidak sedikit pula perempuan yang hobi ngopi. Selain menyediakan berbagai jenis kopi murni, Excelso juga menawarkan beberapa jenis minuman yang mengombinasikan kopi dengan minuman lain. Misalnya avocado coffee yang merupakan perpaduan kopi, jus alpukat, parutan coklat, dan es krim.
Kata dia, perempuan yang ngopi tidak hanya pekerja saja, tapi ada juga para ibu muda yang menunggu anak-anaknya pulang sekolah. Bahkan, tak hanya sekadar ngopi sambil nongkrong, para ibu-ibu muda itu juga kerap mengadakan arisan di kafe yang memiliki dua lantai itu.
Untuk menikmati segelas kopi, harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal, yakni mulai dari Rp50 ribuan. Bahkan, dengan Rp100 ribu, konsumen dapat menikmati kopi sekaligus makan.
Beberapa jenis kopi yang paling diminati antara lain Espresso dan Luwak.
Untuk menemani para pengunjungnya ngopi, Novi juga menyediakan live music yang tampil empat kali dalam seminggu. Band yang tampil juga memberdayakan musisi lokal, yakni Frappio’s Band. “Dengan begitu, ngopi jadi makin seru. Malah setiap malam Minggu, ada promo band. Jadi, band manapun dapat manggung di sini,” ujarnya.
Ia mengatakan, peminat kopi di Kota Serang cukup besar. Awalnya ia juga sempat ragu membuka tempat ngopi. Namun ternyata, setelah buka beberapa hari, stok kopi yang didrop dari pusat cepat ludes.
Angga, salah satu penggemar kopi mengatakan, kebiasaan ngopi saat ini semakin booming. Dulu, ngopi yang identik dengan bapak-bapak justru kini digandrungi berbagai usia. Ia sendiri mengaku suka ngopi di berbagai tempat bersama teman-temannya. Tak hanya sekadar minum kopi, kebiasaan ngopi juga dilakukan untuk bertemu rekan kerja di luar kantor.
Namun, diakui, paling sering kegiatan ngopi merupakan ajang nongkrong bersama teman-temannya. Ngopi di sejumlah tempat juga dilakukannya untuk mengetahui berbagai macam rasa kopi. “Biasanya setiap tempat punya andalan kopi masing-masing. Nah, itu juga yang bikin saya mencoba ngopi di berbagai tempat,” ujarnya. (Rostina/Radar Banten)









