PANDEGLANG – Kurang tertatanya sejumlah kawasan wisata ziarah seperti makam Syekh Mansyur Cikaduen, Syekh Daud Cigondang, dan makam Syekh Asnawai Caringin, menjadi perhatian Bupati Irna Narulita.
Ia berjanji bersama Pemprov Banten akan melakukan penataan wisata ziarah agar kesan kumuh dan masalah kemacetan akibat tidak terkelola objek wisata itu bisa tertangani. “Sesuai dengan kemapuan Pemkab, akan kami lakukan. Seperti yang mana kewenangan Pemeritah Provinsi Banten dan mana kewenangan kabupaten,” kata Irna, kepada Radar Banten usai menghadiri Safari Ramadan di Masjid Agung Ar-Rahman Pandeglang, Senin (5/6) malam.
Menurut Irna, penanganan bersama dengan Pemprov Banten tujuannya agar tidak terjadi ketimpangan serta terwujudnya pemerataan pembangunan. “Sehingga Pandeglang lebih maju, dari sektor sarana keagamaan dan wisata religi,” ungkapnya.
Selain itu, kata Irna, penataan sarana wisata religi bersama agar teknis penganggarannya juga jelas. Tidak terjadi dobel anggaran. “Penganggarannya bisa kami lakukan secara keroyokan, yang mana kewenangan pusat, Pemprov, dan daerah. Jika dilakukan secara bersinergi dipastikan Pandeglang akan lebih maju dari segala sektor,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dalam sambutannya, meminta Pemkab Pandeglang bersama para ulama melakukan penataan kawasan wisata ziarah, sebagai objek wisata religi untuk menunjang kemajuan daerah. “Saya ingin ada penataan wisata religi yang dimulai dari Pandeglang. Seperti kawasan wisata ziarah Cikaduen, Cigondang, dan Caringin. Soalnya, Pemprov juga saat ini sedang melakukan penataan wisata di Banten lama, yang dimulai dari pendesainan atau penggambaran wilayah,” katanya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Kepala Seksi (Kasi) Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang, Taten tak membatah, jika tempat wisata ziarah khususnya di makam-makam pejuang Islam perlu mendapatkan penataan. Hal itu, agar terjaga kelestariannya dan menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD). “Tetapi, pada tahun 2017 ini, kami (Dindikbud) hanya baru bisa melakukan perawatan cagar budaya berupa perbaikan batu nisan makam Syekh Mansyur dan pemeliharaan kecil lainnya,” katanya.
Wakil Komisi IV DPRD Pandeglang, Yangto mendukung langkah Pemkab yang akan merencanakan penataan wisata ziarah yang ada di Pandeglang. “Memang, kita juga terkadang merasa iri jika melihat wisata ziarah seperti Masjid Demak. Masjid peninggalan Sunan Ampel ini tertata rapi, sehingga menjadi daya tarik wisatawan dari seluruh pelosok Indonesia,” katanya. (Herman/RBG)










