CILEGON – Sekertaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengunjungi pelabuhan penyeberangan PT. Asdp Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Jumat (23/6). Ia membahas pola keberangkatan penumpang yang biasa dipilih saat malam hari.
“Dari tahun ke tahun selalu memang seperti itu (saat malam hari). Kecenderungan penduduk itu bergerak setelah buka sampai setelah waktu sahur. Sehingga kepadatan itu pasti umumnya di malam hari dan ekornya sampai sekitar jam 8 jam 9 setelah itu surut,” ujar Sugihardjo.
Dijelaskannya, angkutan penyeberangan dari Merak menuju Bakauheni pada siang sampai sore hari terbilang ramai lancar tidak mencapai penumpukan sampai area pelabuhan. “Kondisinya normal. Nanti sampai magrib akan ada lagi. Fenomena ini saat siang kapasitasnya biasa nanti malam baru padat,” katanya.
Ia mengungkapkan alasan mengapa pemudik lebih memilih waktu keberangkatan pada malam hari. “Ada beberapa faktor, umumnya pemudik jarak jauh itu mengharapkan pada daerah-daerah tertentu yang dianggap rawan itu agar tidak dilintasi saat malam tetapi pada pagi atau siang hari. Sehingga pemudik mengejar agar sampai pagi baru jalan,” ucapnya.
Ia mengaku telah bekerjasama dengan pihak kepolisian agar antrean kendaraan tidak sampai mengular atau mengalami kepadatan di area pelabuhan. Kata dia, kepadatan kendaraan di dalam tol bukan berarti bagian dari kepadatan kendaraan di dalam dermaga.
“Tol bagian dari managemen dermaga penyeberangan. Akhirnya dilakukan buka tutup. Agar antrean tidak mencapai dermaga dan menghambat port time. Agar sirkulasi didalam dermaga lancar,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)











