• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Program Asuransi untuk Nelayan Pandeglang Belum Merata

Redaksi by Redaksi
Rabu, 23 Agustus 2017 12:10
in Berita Utama, Featured, Umum
Program Asuransi untuk Nelayan Pandeglang Belum Merata

Bupati Irna Narulita disaksikan Direktur Pelabuhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Frits Penehas Lesnusa menyerahkan bantuan asuransi senilai Rp160 juta kepada perwakilan nelayan di acara launching penerapan teknologi Yukom VMA, dan penyerahan bantuan kapal untuk nelayan di BPP Labuan, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Selasa (22/8).

LABUAN – Program jaminan keselamatan dan kesejahteraan untuk nelayan (asuransi) yang digulirkan pemerintah pusat nyatanya belum merata. Terbukti, dari 12.000 nelayan di Kabupaten Pandeglang, baru 3.504 orang yang telah mengikuti klaim asuransi tersebut. Artinya, ada sebanyak 8.496 nelayan yang hingga kini belum mengikuti klaim asuransi itu.

Selain karena rendahnya kesadaran nelayan, hal tersebut juga diduga akibat minim sosialisasi terkait program tersebut.

RelatedPosts

serapan pupuk subsidi

Serapan Pupuk Subsidi Banten Belum Optimal, Petani Terkendala Cuaca dan Pendataan

Jumat, 6 November 2026 20:06
Relawan tangguh bencana Kota Serang

Enam Kecamatan di Kota Serang Disiapkan Punya Relawan Tangguh Bencana

Jumat, 6 November 2026 19:59
mitigasi bencana Kota Serang

Antisipasi Banjir, Walikota Serang Perintahkan Camat dan Lurah Ikut Bergerak

Jumat, 6 November 2026 19:47
Golok Day Festival 2026

7.000 Pendekar Bakal Ramaikan Golok Day Festival 2026 di Cilegon

Jumat, 6 November 2026 19:36

Bupati Irna Narulita membenarkan, dari 12.000 nelayan yang terdaftar sebagai peserta klaim asuransi, baru 3.504 orang. “Ini memang harus diimbau terus-menerus. Soalnya, ada angsurannya (bayar premi asuransi nelayan-red). Hal lain, karena kesadaran untuk membayar yang masih rendah. Padahal kalau mengikuti klaim asuransi, keselamatan nelayan akan back-up sehingga dapat meringankan kebutuhan keluarga para nelayan,” kata Irna saat launching penerapan teknologi Yukon Vessel Monitoring Aid (VMA), penyerahan bantuan kapal, dan klaim asuransi untuk nelayan di Balai Pelabuhan Perikanan (BPP) Labuan, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Selasa (22/8).

Hadir dalam acara ini Direktur Pelabuhan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Frits Penehas Lesnusa, Presiden Direktur PT Unggulan Cipta Teknologi (UCT) Yun Bum Soo, Ketua Balai Pengembangan Penangkapan Ikan (BPPI) Semarang Usman Effendi, Asisten Daerah (Asda) Bidang Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Provinsi Banten Ino S Rawita, anggota Komisi II DPRD Provinsi Banten Siti Erna Nurhayati, sejumlah pejabat Pemkab Pandeglang dan ratusan nelayan.

Irna berjanji untuk terus mengusulkan klaim asuransi bagi para nelayan agar keselamatan dan kesejahteraan nelayan Pandeglang seluruhnya terjamin. “Nelayan saat melaut risikonya sangat tinggi. Agar keselamatan terjamin, akan terus kita usulkan ke pemerintah pusat untuk klaim asuransi ini,” katanya.

Menurut Irna, klaim asuransi sangat menguntungkan. Bagi nelayan yang meninggal akibat kecelakaan laut, akan mendapatkan uang jaminan asuransi sebesar Rp200 juta per orang. Kemudian, jika nelayan meninggal di darat karena sakit akan mendapat uang jaminan sebesar Rp160 juta per orang. “Dengan besarnya asuransi itu, nelayan hanya membayar iuran (premi-red) sebesar Rp175 ribu per tahun. Kalau semua nelayan mengikuti asuransi ini, selain keluarga yang di rumah tenang, keselamatan pribadinya juga akan terjamin,” katanya.

Hal senada dikatakan Asda Pemkersa Provinsi Banten Ino S Rawita mengatakan hal serupa. Kata dia, dari 30 ribu nelayan yang ada di Provinsi Banten, baru sekira 10 ribu nelayan yang mengikuti klaim asuransi nelayan. “Penyebabnya masih tetap pada masalah kemiskinan yang masih tinggi di lingkungan pesisir dan degradasi lingkungan. Tapi, kita terus melakukan pembinaan dan pelatihan-pelatihan untuk menjadikan produk unggulan nelayan semakin diminati masyarakat,” katanya.

Ino mengajak, seluruh kalangan masyarakat dan pemerintahaan untuk melakukan sosialisasi agar minat nelayan dalam mengikuti klaim asuransi meningkat. “Memang harus didorong semua kalangan agar para nelayan mengetahui keuntungan mengikuti klaim asuransi,” ungkapnya.

Menyikapi fenomena tersebut, Direktur Pelabuhan Perikanan pada Kementerian Kelautan dan Perikanan Frits Penehas Lesnusa mengatakan, akan terus dilakukan pendataan nelayan dalam penyelenggaraan asuransi. “Akan terus kami data, dengan target 2018 terselesaikan,” katanya. (Herman/RBG)

Tags: kabupaten pandeglang
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Buka Kursus Menjahit untuk Mengurangi Pengangguran

Next Post

44,5 Persen Muslim di Banten Salatnya Belang Betong

Next Post
44,5 Persen Muslim di Banten Salatnya Belang Betong

44,5 Persen Muslim di Banten Salatnya Belang Betong

Mutasi Polda Banten

Tak Hanya Kapolresta Serang Kota, Dansat Brimob dan Direktur Resnarkoba Polda Banten Juga Diganti

Rabu, 4 November 2026 16:46
dprd lebak

Dilaporkan ke Polda Banten Soal Penipuan, Ini Kata Ade Adriana Ketua Komisi II DPRD Lebak

Kamis, 5 November 2026 16:27
Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Mendes Yandri Pastikan APBDes Tidak Dipotong untuk Membiayai Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 4 November 2026 12:18
Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Ketua Komisi II DPRD Lebak Dilaporkan Dua Rekan Kerja ke Polda Banten

Kamis, 5 November 2026 12:01
Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional

Guru Asal Pandeglang Ukir Prestasi Nasional, Raih Juara 3 Kompetisi Video Pembelajaran Minerba 2026

Kamis, 5 November 2026 16:17
Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Dua Dalang Cilik Juara Nasional, Ternyata Berasal dari Pandeglang

Kamis, 5 November 2026 11:22
87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

87 ASN Ikuti Seleksi Tujuh Jabatan Eselon II Pemkot Cilegon, Tiga Besar Segera Diserahkan

Rabu, 4 November 2026 12:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Nelayan

Paceklik, Nelayan di Kabupaten Serang Minta Diperhatikan

by Haidaroh
Jumat, 6 November 2026 20:46
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Nelayan di Kabupaten Serang minta diperhatikan, baik oleh Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Hal itu dikarenakan saat...

serapan pupuk subsidi

Serapan Pupuk Subsidi Banten Belum Optimal, Petani Terkendala Cuaca dan Pendataan

by Yusuf Permana
Jumat, 6 November 2026 20:06
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Penyaluran pupuk bersubsidi di Provinsi Banten belum terserap secara optimal. Hingga 1 November 2026, realisasi penyaluran pupuk...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.