SERANG – Musim kemarau memang sedang melanda Banten, dirasakan pula di Kabupaten Serang yang mengakibatkan terganggunya kegiatan pertanian dan berkurangnya pasokan air bersih.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas II Serang Prian menyatakan musim kemarau diprediksi berlangsung sampai Oktober awal untuk wilayah Banten, baik Banten Selatan, Banten Utara dan Kabupaten Serang.
“Bisa pula sampai Oktober akhir. September-Oktober masih peralihan, sehingga dampak ke pertanian sangat terasa dari cuaca kemarau saat ini,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Senin (28/8).
Ia mengatakan intensitas hujan jauh lebih sedikit, namun kemarau saat ini masih dianggap wajar. Bila Desember tetap terjadi kemarau itu yang dipertanyakan.
Terpisah, Kepala Bidang Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kehutanan Perkebunan dan Peternakan Zaldi Dhuhana mengimbau pada para petani yang mengandalkan air hujan untuk sementara waktu tidak bercocok tanam. Ia khawatir bila dipaksakan petani merugi.
“Kalau memiliki kanal, perairan memadai, silahkan saja untuk bercocok tanam,” ujarnya melalui sambungan telepon seluler, Senin (28/8).
Pihaknya telah melakukan penanganan di lapangan dengan membuat pompa air untuk mengairi tanah pertanian dan mengantisipasi kekurangan pasokan air. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)










