SERANG – Banyaknya sampah yang menumpuk di aliran Sungai Cibanten, di Kampung Kroya, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, membuat sungai itu mengalami pendangkalan. Tumpukan sampah itu bukan berasal dari masyarakat sekitar, tetapi kiriman dari daerah perkotaan.
Salah satu warga, Saliyah mengungkapkan, sampah yang menggenang di Sungai Cibanten itu bukan hasil pembuangan masyarakat sekitar. “Tidak sedikit warga yang lewat jembatan hanya untuk buang sampah,” ujar Saliyah, Senin (23/10).
Kata dia, tumpukan sampah itu sangat mengganggu warga sekitar. Apalagi, sungai yang biasa digunakan untuk berenang dan memancing, kini hanya berupa lautan sampah. Tak jarang, tercium aroma busuk dari tumpukan sampah tersebut. Meskipun sudah dipasang beberapa plang imbauan yang melarang untuk tidak membuang sampah sembarang, hal itu tidak dihiraukan masyarakat.
Mali, warga lainnya yang ditemui pada Sabtu (21/10) mengaku, pihak Kecamatan Kasemen dan sejumlah petugas bergotong royong membersihkan tumpukan sampah. Meskipun begitu, belum ada perubahan yang signifikan.
Camat Kasemen Subagyo mengatakan, pihaknya sudah melayangkan surat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kota Serang dan Provinsi Banten untuk membantu membersihkan tumpukan sampah yang sudah mengeras tersebut. “Karena kami tidak bisa menangani secara manual,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kondisi sampah ini memburuk sejak musim kemarau kemarin karena arus Sungai Cibanten kecil sehingga sampah menyangkut. Berdasarkan hasil gotong royong pada Sabtu (21/10), sebagian besar sampah yang menumpuk adalah bambu. “Bekas dibakar kayaknya dari sepanjang aliran sungai,” ungkap Subagyo.
Kata dia, ada tiga kampung yang terdapat di sekitar sungai tersebut. Yakni, Kampung Karang Serang Banten, Kampung Kroya Kasunyatan, dan Kampung Jabang Bayi Kasunyatan. Dari tiga kampung itu, biasanya Kampung Kroya Kasunyatan mengalami banjir saat hujan deras.
“Kami khawatir kalau hujan deras, jadi banjir,” tuturnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang Abdul Gholib mengatakan, pihaknya mengkhawatirkan terjadi banjir apabila tumpukan sampah tidak ditangani secepatnya. Apalagi terjadi pendangkalan setinggi dua meter. Untuk itu, ia berharap adanya kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. (mgrsk-lls-Rostinah/RBG)








