SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Peringatan Haul Agung Sultan Maulana Hasanuddin ke-470 Hijriah kembali digelar meriah di kawasan Banten Lama, Kota Serang.
Agenda religi tahunan ini berlangsung sejak 25 hingga 30 Maret 2026 dan diprediksi menyedot ribuan peziarah dari berbagai daerah.
Kegiatan yang telah menjadi tradisi masyarakat Banten ini tidak hanya menjadi ajang ziarah, tetapi juga momentum mempererat silaturahmi umat.
Haul tersebut bahkan mulai didorong untuk masuk dalam Kalender Event Nasional (KEN) sebagai bagian dari penguatan wisata religi di Provinsi Banten.
Perwakilan Majelis Agung Kesultanan Banten (Maktab), TB Imam Ibrahim, mengatakan panitia menyiapkan sekitar 15.000 porsi makan dan minum gratis bagi para jamaah yang hadir.
“Latar belakang utama menyediakan makan minum gratis pada haul sultan adalah bentuk ibadah sebagai sedekah jariyah dari zuriat sultan, ulama, umara, dan juga dari umat untuk umat,” ujarnya, Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menjelaskan, penyediaan konsumsi tersebut juga bertujuan menghidupkan nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan oleh Sultan Maulana Hasanuddin kepada masyarakat Banten.
“Ini juga bentuk kehormatan. Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka akan memuliakan tamunya,” ucapnya.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, panitia telah menyiapkan tujuh pos layanan konsumsi yang tersebar di sejumlah titik strategis di kawasan Banten.
Selain itu, rangkaian acara juga akan diisi dengan istigasah yang dipimpin oleh Abuya Muhtadi pada Senin, 30 Maret 2026 sore, dilanjutkan ziarah kubra bersama usai salat Magrib.
Sejumlah pejabat daerah dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, mulai dari Gubernur Banten beserta jajaran hingga para kepala daerah se-Provinsi Banten.
Tak hanya itu, panitia juga mengundang sejumlah pejabat pusat, di antaranya Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Mendagri Tito Karnavian, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto.
“Kemudian dari kalangan ulama, tokoh-tokoh besar dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, dan para ulama kami undang semuanya untuk menghadiri,” jelas TB Imam.
Ia mengatakan, haul ini juga menjadi upaya menghidupkan kembali sejarah kebersamaan masyarakat Banten seperti yang pernah dilakukan oleh Tubagus Ahmad Khatib.
“Haul Sultan itu adalah momen persatuan, perkumpulan, dan silaturahmi orang Banten,” katanya.
Ke depan, pihaknya berharap kegiatan ini dapat masuk dalam Kalender Event Nasional, mengikuti jejak tradisi Seba Baduy yang lebih dulu ditetapkan sebagai agenda nasional.
“Kita harapkan ke depan ini akan diajukan menjadi KEN. Karena Seba Baduy sudah masuk KEN, semoga selanjutnya Haul Sultan Maulana Hasanuddin juga bisa,” pungkasnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











