SERANG – Sejumlah partai politik (parpol) masih gamang mengeluarkan rekomendasi untuk bakal calon wali kota Serang periode 2018-2023. Dari 12 parpol yang ada di Kota Serang, baru tiga yang sudah mengeluarkan rekomendasi, yaitu Golkar, PKB, dan PKPI.
Ketua DPC Partai Demokrat Kota Serang Amanudin Toha mengaku, hingga kini rekomendasi dari DPP memang belum turun. “Kami masih melihat situasi,” ujar Aman, Senin (23/10).
Ia mengatakan, pihaknya masih menunggu kepastian dari kandidat yang ada. Namun, keinginan DPP, ada kader yang masuk dalam bursa pilkada tahun depan. “Kami masih mempertimbangkan kader,” ungkapnya.
Dikatakannya, apabila memberikan rekomendasi kepada Wakil Ketua DPRD Banten Nuraeni yang merupakan kader Demokrat, yang bersangkutan belum mendapatkan rekomendasi dari parpol lain atau berpasangan dengan kandidat lain yang sudah memiliki perahu politik. Untuk itu, rekomendasi belum diberikan kepada Nuraeni. Meskipun Demokrat pernah menyatakan akan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil survei, tapi Aman mengatakan, partai berlambang bintang mercy itu akan mengutamakan kader.
Diketahui, berdasarkan hasil survei yang dilakukan Lingkar Survei Indonesia (LSI) yang digandeng Demokrat, bakal calon wali kota Serang Vera Nurlaela Jaman menduduki posisi tertinggi. Pihaknya mengaku sudah mengajukan kader Demokrat untuk posisi pendamping, tapi belum ada kepastian dari pihak Vera. Untuk itu, rekomendasi kepada Vera juga hingga kini belum diturunkan DPP.
Kata dia, pihaknya sudah menyampaikan hasil survei terhadap delapan kandidat kepada DPP. “Bahkan, laporan secara lisan sudah kami sampaikan ke DPP. Namun, sampai saat ini kami belum dipanggil lagi,” ujarnya.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, saat ini Gerindra juga masih dalam tahap lobi politik. Namun, pihaknya masih berkomunikasi dengan seluruh bakal calon. “Kami tidak terpatok pada satu bakal calon saja,” ungkapnya.
Yang pasti, pihaknya akan memberikan rekomendasi yang terbaik untuk partai. Untuk itu, Gerindra hingga kini masih mempertimbangkan situasi politik. (Rostinah/RBG)







