SERANG – SDN Bantarpanjang, berada di Kampung Dahu, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. Sekolah ini berdiri sejak 1984 silam.
Sekolah yang memiliki enam ruang kelas ini berada jauh dari permukiman ramai. Wajar, bila siswanya sedikit. Sayangnya, ruangan kelas SD ini jauh dari kata layak.
Radar Banten Online, melihat setiap sudut kelas, banyak retakan-retakan di bagian tembok. Lantainya pun sudah tak terawat. Terakhir direhab, pada 2013. Hanya saja, sekolah ini justru semakin parah. Penyebab kerusakan karena struktur tanah yang labil.
Teti, guru kelas tiga SDN Bantarpanjang mengatakan, selain labil, faktor hujan dan panas semakin memengaruhi kerusakan.
“Biasanya kalau hujan air merembes. Lalu, ada panas. Pas panas itu, terjadi keretakan,” kata dia, saat ditemui di SDN Bantarpanjang, Kamis (26/10).
Para siswa terpaksa harus diungsikan ke dalam tenda. Dua tenda pengungsian disiapkan Polres Serang. Tenda itu digunakan sebagai tempat belajar. Para siswa tidak tahu sampai kapan harus belajar di tenda yang terasa panas dan pengap.
Dua tenda berwarna coklat itu berdiri di lapangan sekolah SDN Bantarpanjang. Tenda berukuran 3×6 itu dihuni oleh 65 siswa dan guru. Dipakai secara bergantian.
Radar Banten Online melihat ke dalam ruang tenda. Anak-anak tengah belajar membaca bersama gurunya. Ada yang sedang menulis, membaca dan bercanda bersama temannya.
Di dalam satu tenda terdapat Kelas tiga sampai enam. Sementara kelas satu dan dua berada di bawah.
“Untuk sementara di tenda. Kami berterimakasih, banyak yang perhatian,” kata Kepala Sekolah SDN Bantarpanjang Cicih Sri Asih, di kantornya, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Kamis(26/10). (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com)








