SERANG – Dari 47 jenazah korban ledakan pabrik mercon di Kosambi, Kabupaten Tangerang, baru sembilan jenazah yang sudah teridentifikasi data dirinya.
Atas kondisi tersebut, Polda Banten pun berinisiatif membangun Posko Antemortem dengan tujuan untuk membantu keluarga korban yang ingin mengetahui anggota keluarganya yang meninggal karena kebakaran.
Kabid Humas Polda Banten AKBP Zaenudin menjelaskan, akibat terpanggang api yang menghanguskan gudang mercon, kondisi jenazah sulit dikenali secara fisik. Hal tersebut tentu menyulitkan keluarga korban untuk mengetahui mana jenazah anggota keluarganya.
“Maka disarankan kepada keluarga korban agar memberikan file-file ketika korban pernah berobat ke dokter gigi, atau pakaian yang selalu dipakai korban sebelum dicuci dan lain-lain,” kata Zaenudin melalui pesan WhatsApp, Senin (30/10).
Zaenudin menjelaskan, barang-barang yang disebutkan itu kemudian akan dijadikan dasar identifikasi korban dengan mencocokkan data DNA hasil identifikasi pakaian korban dengan DNA jenazah.
Untuk itu, masyarakat bisa mendatangi posko yang dibangun dekat dengan tempat kejadian perkara atau datang ke Mapolda Banten dan Polres jajaran di wilayah hukum Polda Banten. “Jadi kalau yang jauh dengan TKP, enggak perlu ke sana, datang saja ke Polres atau ke Polda,” katanya.
Dijelaskan Zaenudin, inisiatif tersebut merupakan bentuk empati Polda Banten kepada keluarga korban kebakaran gudang mercon tersebut.
Berdasarkan data yang dikirimkan Polda Banten, korban meninggal kini menjadi 48 orang. Mayoritas korban meninggal akibat luka bakar yang sangat parah
“Posko ini dibuat ketika terjadi ledakan kebakaran di perusahaan mercon Kosambi dan sampai seminggu atau dua minggu atau bisa diperpanjang sampai waktu yang dianggap cukup. Jenazah yang teridentifikasi dengan jelas dan sudah diambil oleh keluarganya. Sedangkan sisanya masih menunggu keluarga korban menyiapkan data-data sebagaimana tersebut di atas,” paparnya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)










