TANGERANG – Hingga kini, kepolisian masih terus menyelidiki kebakaran hebat gudang kembang api di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang yang menelan korban jiwa 48 orang dan puluhan terluka yang terjadi Kamis (26/10). Saat ini, Polres Metro Tangerang Kota tengah mencari keberadaan Ega Surbanah, tukang las yang jadi penyebab utama kebakaran tersebut.
Lantaran nyaris sebulan kasus kebakaran itu, polisi belum juga menemukan jasad pria yang akrab disapa Ega itu di puing-puing bekas kebakaran pabrik tersebut. Apalagi, status pria itu telah ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam tragedi maut yang menewaskan 48 pekerja.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombespol Harry Kurniawan mengaku pihaknya bersama Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Mabes Polri masih terus berusaha menyisir lokasi pabrik petasan PT Panca Buana Cahaya Sukses di Komplek Pergudangan 99 itu guna mencari jasad Ega.
Lantaran jasad pegawai yang tercatat sebagai sopir di perusahaan itu yang menjadi pemicu peristiwa kebakaran karena melakukan pengelasan belum ditemukan alias misterius. ”Masih dilakukan pencarian di lokasi. Sudah dua minggu kami melakukan pencarian tapi belum menemukan jasad Ega,” terangnya kepada INDOPOS (Group Radar Banten), Rabu (22/11).
Dia juga mengaku, awalnya polisi menduga sudah menemukan jasad Ega tapi setelah dilakukan tes DNA ternyata bukan. ”Memang masih misterius keberadaan salah satu pelaku ini,” katanya juga. Dikatakan Harry lagi, pihaknya perlu menemukan jasad Ega untuk melengkapi berkas penyidikan terkait kasus kebakaran hebat itu.
Mengingat, penyelidikan tim terpadu ada tiga orang yang ditetapkan menjadi tersangka dalam tragedi nahas tersebut. Yakni bos PT Panca Buana Cahaya Sukses bernama Indra Liono, Manajer Operasional perusahaan itu, Andri Hartanto, dan tukang las bernama Ega Subarnah.
”Harus kami lengkapi berita acara penyidikan kasus ini. Karena memang Ega ini salah satu tersangka, kalau pun pelaku tewas di lokasi harus dibuktikan. Maka dari itu kami masih berusaha mencari wujud tukang las ini,” ungkapnya. Menurut mantan Kapolresta Depok ini, belum ditemukannya keberadaan Ega itu terlihat dari hasil pemeriksaan DNA ke-48 jasad pekerja yang tewas.
”Keluarganya saja belum menemukan Ega, makanya pencarian terhadap pelaku harus didapatkan. Jika tidak didapatkan jasad Ega maka berkas kasus ini harus akan dibagi dua, untuk Indra dan Andri jadi satu sedangkan Ega menyusul,” ujar Harry.
Disinggung jika Ega tidak tewas dan berhasil menyelamatkan diri? Harry tidak mau menjawab. Alasannya pencarian terhadap tukang las yang menyebabkan percikan api yang menghanguskan pabrik petasan ini masih dalam proses.
Dikonfirmasi terpisah, istri Ega Subarnah, Nur Kiraisin menyatakan sampai saat ini keluarganya tidak mengetahui keberadaan suaminya. Pihaknya keluarganya pun masih terus menanti informasi dari polisi terkait jasad Ega agar dapat dikebumikan. Dia pun mengungkapkan jika suaminya itu bukan tukang las dipabrik tersebut.
Suaminya bekerja sebagai sopir pengantar barang PT Panca Buana Cahaya. ”Suami saya ini sopir mobil boks, bukan tukang las. Belum ada kabar soal penemuan jasad kang Ega sampai sekarang. Saya mah berharap jasad suami saya ini ditemukan,” ucap warga Desa Cililin, Kabupaten Bandung Barat itu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon. (cok/jpg/gar/sub)









