SERANG – Guna menarik wisatawan ke Banten, Pemprov meminta agar pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang bisa dipercepat.
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten Eneng Nurcahyati mengatakan, pembangunan KEK Tanjung Lesung di Pandeglang mendapat perhatian khusus dari Gubernur Banten Wahidin Halim. Hal tersebut disebabkan dapat menarik wisatawan berkunjung. Untuk itu, Pemprov menginginkan progres pembangunan bisa lebih cepat. “Disampaikan Pak Gubernur sebagai ketua Dewan KEK di provinsi, berharap ada percepatan pembangunan dari PT BWJ (Banten West Java, selaku pengembang KEK Tanjung Lesung),” ujarnya kepada wartawan saat ditemui di KP3B, Curug, Kota Serang, Jumat (2/2).
Percepatan yang dimaksud, kata dia, pengembang diharapkan bisa segera menciptakan destinasi wisata. Gubernur berharap pengembang menggaet investor agar mempermudah proses investasi yang masuk ke KEK. “Di sana (Tanjung Lesung-red) harus hadir atraksi-atraksi yang menarik diciptakan, destinasi yang bagus untuk menarik wisatawan. Diharapkan, bisa mempercepat investasinya, baik dari dana BWJ maupun mendatangkan investor untuk pengembangan itu,” katanya.
Kata Eneng, agar pembangunan KEK terukur, Gubernur sudah memberi tugas kepada Dewan KEK untuk menyusun target program di 2018. Ini dilakukan agar menjadi media evaluasi. Sekretariat Dewan KEK Tanjung Lesung ditugaskan melakukan rapat koordinasi secara berkala. “Kemarin brainstorming tentang masing-masing tugas dari administrator. Kami (Dewan KEK-red) diberi pekerjaan rumah untuk sepuluh hari yang akan datang menyusun target-target yang akan dicapai di 2018 ini,” katanya.
“Dengan demikian, Pak Gubernur bisa betul-betul mengawal proses realisasi dari target investasi yang akan dicapai,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT BWJ Tourism Development Poernomo Siswoprasetijo mengatakan, pihaknya mencoba mengembangkan sendiri kawasan tersebut menjadi lebih tertata dengan baik. Di antaranya, menyediakan fasilitas hotel dan merancang sejumlah titik pembangunan apartemen hingga rumah singgah. “Kita berharap dengan begitu akomodasi yang kita siapkan juga lebih bagus,” katanya.
Poernomo optimistis, dengan langkah-langkah yang sudah dilakukannya, berdampak pada jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banten akan terus bertambah. Ia mengklaim, setiap tahunnya kunjungan wisatawan di Tanjung Lesung terus mengalami peningkatan. “Kalau sudah Tol Serang-Panimbang selesai, bisa sampai 6 juta pengunjung. Dengan adanya tol itu, kita ditargetkan dalam dua sampai tiga tahun ke depan itu bisa mendapatkan kunjungan sampai 6 juta wisatawan,” katanya.
Kawasan wisata Tanjung Lesung, lanjutnya, saat ini terus menjadi daya tarik wisatawan. Berdasarkan catatannya, sepanjang 2017 saja ada sekira 600.000 wisatawan lokal dan internasional yang berkunjung. “KEK Tanjung Lesung memiliki luas 1.500 hektare dan telah ditetapkan sebagai KEK pariwisata. Jadi, destinasi wisata yang bisa menjadi magnet kunjungan pariwisata,” tandasnya. (Fauzan D/RBG)











