PANDEGLANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Fery Hasanudin memastikan proses lelang barang dan jasa di semua organisasi perangkat daerah (OPD) akan dimulai paling lambat akhir Februari ini. Ia mengklaim, semua OPD sudah menyerahkan RUP (rencana umum pengadaan) ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) untuk segera ditayangkan. “Ini artinya, bulan ini (Februari-red) sudah ada yang mulai dilelangkan,” katanya, kemarin.
Fery meyakinkan, kegiatan pembangunan 2018 akan dikerjakan lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya. “Kita ingin ada percepatan pembangunan di Pandeglang, agar masyarakat bisa merasakan dampaknya secara langsung. Kalau dibandingkan tahun lalu, memang sangat jauh. Tetap pada intinya kita ingin agar tahun ini pembangunan di Kabupaten Pandeglang dapat dikerjakan secepatnya,” katanya.
Fery menjelaskan, tahun ini infrastruktur masih menjadi program prioritas pembangunan di Kabupaten Pandeglang. “Karena kita ingin akses masyarakat menjadi mudah dan berdampak terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, maka infrastruktur tetap menjadi yang utama,” katanya.
Fery memastikan, proses lelang proyek pembangunan bakal dilakukan secara transparan dan profesional. Tujuannya, kata dia, selain untuk transparansi, juga agar masyarakat mengetahui secara terperinci proses pengerjaan proyek. “Semuanya akan dilakukan secara profesional dan tidak main-main. Apabila ada kontraktor yang memiliki raport jelek, tentunya tidak akan bisa mengikuti lelang,” ujarnya.
Ditemui di gedung DPRD, Ketua Komisi III DPRD Pandeglang Iing Andri Supriadi menyarankan agar Pemkab segera melakukan lelang proyek pembangunan 2018. Hal itu, kata dia, agar pengerjaan proyek bisa dilakukan secara optimal. “Proses lelang harus sudah dimulai bulan ini (Februari-red) jangan sampai terlambat, karena hal itu sangat berdampak terhadap pemerataan pembangunan. Kalau ada yang belum menyerahkan RUP (rencana umum pengadaan), sebaiknya diberikan teguran, karena akan menghambat proses pembangunan,” katanya.
Menurut Iing, pemerataan pembangunan di Kabupaten Pandeglang akan sulit terlaksana apabila proses lelang proyek terlambat dilakukan. “Tahun lalu (2017-red), lelang dilakukan di bulan Maret, dan hasil pembangunan yang dilakukan kurang optimal. Persoalan itu harus kita jadikan pelajaran demi kemajuan Kabupaten Pandeglang, agar bisa bersaing dengan kabupaten kota lain di Banten,” katanya. (Adib F/RBG)










