slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Seba Baduy Bisa ke Istana Negara

Redaksi by Redaksi
23-04-2018 11:01:20
in Berita Utama, Sosial Budaya
Seba Baduy Bisa ke Istana Negara

Jaro memberikan Laksa kepada Gubernur Banten Wahidin Halim didampingi Wakil Gubernur Andika Hazrumy pada acara Seba Baduy di halaman Pendopo Lama Gubernur, Kota Serang, Sabtu (21/4).

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

SERANG – Berdasarkan penanggalan adat warga Suku Baduy, April ini merupakan bulan Safar awal tahun baru bagi warga Baduy. Sesuai amanat leluhur (pikukuh karuhun), mereka wajib melakukan upacara Seba kepada Bupati Lebak dan Gubernur Banten sebagai penguasa wilayah setahun sekali.

Upacara Seba 2018 dimulai sejak Jumat (20/4) di Pendopo Bupati Lebak. Seba Baduy diikuti 1.388 warga, 47 orang di antaranya adalah warga Baduy Dalam. Puncaknya, upacara Seba dilakukan pada Sabtu (21/4) malam di Pendopo Lama Gubernur, Kota Serang. Dipimpin oleh Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jaro Saija dan tokoh adat Baduy yang mewakili 12 tokoh adat masyarakat Baduy atau Putra Jaro Tangtu 12, yaitu Ayah Saidi.

Baca Juga :

No Content Available

Ritual paling sakral dalam upacara Seba adalah penyerahan Laksa (makanan khas Baduy) yang diawali dengan pembacaan rajah panganteur (rajah pembuka). Laksa kemudian diserahkah Ayah Saidi kepada Bapak Gede atau Gubernur Banten. Disaksikan langsung oleh perwakilan dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), unsur muspida, wakil gubernur, Sekda Banten, Bupati Pandeglang dan pejabat di Lingkungan Pemprov Banten.

Pantauan Radar Banten saat upacara Seba, ada dua hal menarik yang tidak terjadi pada Seba Baduy sebelumnya. Pertama, wacana Seba Baduy dilaksanakan hingga Istana Negara di Jakarta. Kedua, soal isu bencana gempa dan tsunami di Banten yang juga menjadi perhatian warga Baduy.

Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Multikultural merangkap sebagai Ketua Pelaksana Program 100 Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI) 2018 Kemenpar, Esthy Reko Astuti mengatakan, Seba Baduy bukan hanya tradisi yang terus dijaga, tapi juga pelestarian budaya.

“Kami selama ini berbagi tanggung jawab dengan Kemendikbud dan pemerintah daerah. Bagaimana Seba Baduy ini dikemas sebagai destinasi wisata unggulan Provinsi Banten tanpa mengurangi inti dari tradisi Seba itu sendiri,” kata Esthy.

Terkait rencana kegiatan Seba dikemas hingga bisa dilaksanakan ke pemerintah pusat, Esthy mengatakan rencana itu bisa dilakukan asalkan ada usulan dari pemerintah daerah. “Di Istana kewenangannya kan berbeda. Saya rasa kegiatan Seba bisa saja hingga Istana Negara. Sebab tradisi ini kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia,” ungkapnya.

Wakil Gubernur Andika Hazrumy mendukung kegiatan Seba Baduy bisa hingga Istana Negara. Namun begitu, Pemprov harus meminta izin para tokoh dan kaolotan warga Baduy terkait Seba Nasional.

“Kalau warga Baduy setuju, Pemprov bisa mengusulkan tahun depan ke pusat agar Seba hingga ke presiden. Tapi kan ini menyangkut kebiasaan dan tradisi, kalau warga Baduy tidak setuju ya tidak bisa dipaksakan Seba hingga Istana Negara,” katanya.

Andika menambahkan, sepengetahuan dirinya, Seba hanya dilakukan di wilayah Provinsi Banten sesuai amanat leluhur warga Baduy di Desa Kanekes. Tapi bila Seba ke Jakarta tidak melanggar aturan, bisa dikemas dari sisi budayanya sebagai destinasi wisata. “Prinsipnya untuk melestarikan tradisi dan budaya seba, bukan untuk yang lain,” ungkapnya.

Sebelumnya, usai menyerahkan laksa kepada gubernur, Jaro Saija menyampaikan amanat puun warga Suku Baduy. Ia menyampaikan kerusakan alam di Provinsi Banten sudah mengkhawatirkan dan harus segera dicegah oleh pemerintah.

“Kalau dirusak akan rusak buminya, akan datang banjir dan sebagainya. Pemerintah harus bertanggung jawab menjaga bumi Banten dari kehancuran,” kata Jaro Saija.

Selain meminta menjaga bumi, pesan Puun yang disampaikan melalui Jaro Saija juga menitipkan Gunung Pulosari, Gunung Karang, Gunung Kembang dan gunung lain yang berada di wilayah Banten untuk dijaga kelestariannya.‎ Jika permintaan dapat dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Banten, maka masyarakat Baduy dan masyarakat Banten pada umumnya dapat hidup dengan tenang dan nyaman.

“Kami bukan mengakui gunung milik kami. Tapi amanat Puun, kami harus bertanggung jawab menjaganya,” ungkapnya.

Kepada Gubernur, Jaro Saija juga menyampaikan ketakutan warga Baduy terkait kawasan permukiman sekitar Baduy yang mulai beralih fungsi sehingga rawan terjadi bencana.

“Kami berdoa dan puasa, agar tidak terjadi bencana alam. Termasuk ancaman tsunami di Banten Selatan,” katanya.

“Kami juga mohon maaf apabila kedatangan kami menyusahkan dan merepotkan semua pihak,” tutup Jaro Saija dengan logat Sunda khas Baduy.

Menanggapi amanat para puun warga Baduy yang disampaikan Jaro Saija, Gubernur Wahidin Halim mengatakan, Pemprov Banten tidak akan mengubah kawasan Baduy, dan akan terus membantu sesuai kewenangan pemerintah daerah. “Saya sebagai Bapak Gede sudah melarang ada pembangunan sekitar kawasan Baduy yang merusak lingkungan. Saya juga mengingatkan semua tamu untuk tidak merusak apa pun di kawasan Baduy,” katanya.

Wahidin secara khusus memberikan pesan kepada masyarakat Banten agar mencontoh perilaku masyarakat Baduy dalam menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai pusat kehidupan.

Kepala Dindikbud Banten Engkos Kosasih dalam laporannya mengatakan, Seba Baduy 2018 merupakan seba kecil sehingga hanya diikuti kurang dari 1.500 warga Baduy. “Peserta seba tahun ini 1.338. Kami sudah siapkan 25 bus untuk mengantarkan pulang, khususnya warga Baduy Luar,” katanya.

Engkos menambahkan, Seba Baduy 2018 merupakan seba pertama yang dilaksanakan Dindikbud. Sebelumnya digelar oleh Dinas Pariwisata. “Tahun ini upacara Seba Baduy programnya ada di Dindikbud, tapi Dispar juga mendukung penuh dengan menggelar exciting Banten on Seba Baduy yang fokus pada destinasi pariwisatanya,” katanya.

Engkos menambahkan, semua warga Baduy yang ikut seba, panitia telah menyiapkan bingkisan menarik dan uang saku. “Semua peserta seba mendapatkan oleh-oleh kesukaan mereka yaitu ikan asin, terasi dan garam. Khusus untuk para tetua ditambahkan gambir,” ungkapnya.

Berdasarkan data panitia, dalam tiga tahun terakhir, Seba Baduy di Pemprov Banten diterima oleh Bapak Gede yang berbeda-beda. Seba ‎2016 diikuti 1.317 orang dan diterima Bapak Gede Rano Karno saat masih menjabat gubernur.

Selanjutnya Seba 2017 diikuti 1.658 warga Baduy ditemui Bapak Gede atau Penjabat Gubernur Banten Nata Irawan. Sedangkan tahun ini, 1.388 warga Baduy yang ikut seba, diterima Gubernur Wahidin Halim. (Deni S/RBG)

Tags: Seba Baduy 2018
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Korupsi Dana Jaspel: Karakter Building RSUD Banten Diaudit

Next Post

Satpol PP Cilegon Sita Ribuan Botol Miras

Related Posts

No Content Available
Next Post
Satpol PP Cilegon Sita Ribuan Botol Miras

Satpol PP Cilegon Sita Ribuan Botol Miras

Dinilai Kurang Layak, Kondisi Jembatan Dikeluhkan Masyarakat

Dinilai Kurang Layak, Kondisi Jembatan Dikeluhkan Masyarakat

Ingin Miliki Rumah Sendiri? Cilegon Hills Gagas Gerakan Bebas Ngontrak

Ingin Miliki Rumah Sendiri? Cilegon Hills Gagas Gerakan Bebas Ngontrak

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kepala Disdikpora Pandeglang Gagas Program Sejuta Santri Masuk Sekolah 

Kepala Disdikpora Pandeglang Gagas Program Sejuta Santri Masuk Sekolah 

Senin, 25 Mei 2026 09:07
Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Senin, 25 Mei 2026 07:45
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Dari Pasar Senen ke Pasar Modal

Senin, 25 Mei 2026 07:34
SMP Pariskian

SMP Islam Pariskian Kota Serang Bakal Mewisuda 76 Siswa Terbaik Tahun 2025/2026

Minggu, 24 Mei 2026 20:01

Jelang Muktamar XI PB Al-Khairiyah, Dukungan untuk Ali Mujahidin Menguat

Minggu, 24 Mei 2026 17:19

Golkar Kabupaten Tangerang Luncurkan Program Beasiswa Yellow Scholarship

Minggu, 24 Mei 2026 17:09
Kepala Disdikpora Pandeglang Gagas Program Sejuta Santri Masuk Sekolah 

Kepala Disdikpora Pandeglang Gagas Program Sejuta Santri Masuk Sekolah 

Senin, 25 Mei 2026 09:07
Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Senin, 25 Mei 2026 07:45
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Dari Pasar Senen ke Pasar Modal

Senin, 25 Mei 2026 07:34
SMP Pariskian

SMP Islam Pariskian Kota Serang Bakal Mewisuda 76 Siswa Terbaik Tahun 2025/2026

Minggu, 24 Mei 2026 20:01

Jelang Muktamar XI PB Al-Khairiyah, Dukungan untuk Ali Mujahidin Menguat

Minggu, 24 Mei 2026 17:19

Golkar Kabupaten Tangerang Luncurkan Program Beasiswa Yellow Scholarship

Minggu, 24 Mei 2026 17:09

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kepala Disdikpora Pandeglang Gagas Program Sejuta Santri Masuk Sekolah 

Kepala Disdikpora Pandeglang Gagas Program Sejuta Santri Masuk Sekolah 

by Purnama Irawan
Senin, 25 Mei 2026 09:07

Kepala Disdikpora Pandeglang, Sutoto, menggagas Program Sejuta Santri Masuk Sekolah.

Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

Retaknya Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak

by Andre Adisas Putra
Senin, 25 Mei 2026 07:45

Oleh: Hendra Wirawan Rumah seharusnya menjadi ruang paling aman bagi perempuan dan anak. Namun rea­litas sosial mu­takhir justru memper­li­hat­kan para­doks...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak