slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Dahlan Iskan

Problem Bule Baca Disway

Aas Arbi by Aas Arbi
02-05-2018 18:56:53
in Catatan Dahlan Iskan
Problem Bule Baca Disway
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Teman-teman saya di luar negeri ternyata mengikuti disway. Di negara masing-masing. Berkat jasa Google Translate.

Mereka pun mengadu. Saat server Disway ‘jebol’. Kebanyakan yang akses. Dua minggu lalu.

Baca Juga :

Sayap Ekonom

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Mereka mengadu. Tidak bisa lagi mengakses Disway. Teman Singapura kirim WA. Teman Tiongkok kirim WeChat.

Teman Korea kirim KakaoTalk. Teman Amerika kirim email: mengapa tidak Disway bisa lagi akses.

Mereka pun mengkhawatirkan saya. Tidak menulis lagi? Ada masalah?

Maka saya jelaskan jalan keluarnya. Mengikuti petunjuk Mas Joko Intarto. Yang mengelola Disway: hapus dulu semua history. History akses Disway.

Biasanya pemilik HP berkapasitas besar malas cuci gudang. Merasa di zona aman.

Maka sambil bercanda saya anjurkan kepada mereka: zuhudlah. Pakailah ponsel berkapasitas 16 GB saja.

Agar rajin bersih-bersih. Sehari dua kali. Sambil mandi, eh, setiap habis mandi.

Akhirnya gol. Bisa akses kembali. Namun masih ada persoalan. Penerjemahannya tidak praktis lagi.

Dulu, begitu klik translate semua berubah ke bahasa Inggris. Termasuk setelah klik ‘read more’ sekali pun.

Tapi setelah server lebih besar tidak begitu. Di tampilan awal semua berubah ke bahasa Inggris.

Namun begitu klik ‘read more’ artikel lengkapnya kembali dalam bahasa Indonesia. Mereka harus menproses translate sendiri. Mas Joko akan memperbaikinya.

Selanjutnya saya pun ingin tahu: apakah penerjemahan profesor Google cukup baik?

Rupanya ada masalah besar. Untuk menerjemahan naskah berbahasa Indonesia ke Inggris. Padahal tidak untuk sebaliknya.

Rupanya saya juga harus belajar lagi. Bagaimana menulis yang benar. Dari kacamata Google.

Misalnya kisah tentang wanita yang menjadi penumpang pesawat South West Airlines itu. Yang separuh badannya kesedot udara.

Kalimat pertama saya kan begini: Saya dapat tempat duduk di dekat jendela. Gak ada masalah kan? Mengerti maksudnya kan?

Google ternyata menerjemahkannya begini: I can seat by the window. Hahahaaa. Kalimat Google tersebut menjadi tidak bisa dimengerti. Kata ‘dapat’ diterjemahkan menjadi ‘can’. Google benar. Sebenarnya.

Rupanya saya harus introspeksi: baiknya saya jangan menggunakan kata ‘dapat’ dalam kalimat seperti itu. Saya harus pakai kata ‘mendapat’. Begitu kata ‘dapat’ saya ubah ‘mendapat’ saya coba masukkan Google Translate. Hasilnya bagus: I got seat by the window.

Persoalan saya: kalau saya ubah kata ‘dapat’ menjadi ‘mendapat’ kalimat saya terlalu resmi. Terlalu formal. Menjadi kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar. Taste-nya berubah. Terasa tidak lincah. Tidak renyah. Tidak gurih.

Padahal saya menulis ini untuk pembaca Indonesia. Yang suka gurih dan renyah. Saya masih mikir apakah harus tepo sliro ke Google.

Atau justru berharap Google yang mau mengalah. Dengan memperbanyak pengetahuan tentang kata yang punya dua makna seperti itu.

Demikian juga kalimat seperti ini: Penumpang yang kebetulan perawat …. Terjemahannya tidak bisa dimengerti. ‘Penumpang’ diterjemahkan ‘passanger’. Betul. Tapi dalam bahasa Inggris mestinya ‘ a passanger’. Ada huruf ‘a’ di depannya.

Adakah kelak saya harus menulis ‘seorang penumpang….’ untuk memenuhi keinginan Google? Rasanya saya keberatan. Melanggar prinsip ekonomi kata dalam membuat kalimat. Boros kata.

Ya sudahlah. Semua itu adalah urusan saya dengan Google. Bukan persoalan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris.

Saya akan berusaha menyelesaikannya dengan Google. Sayangnya mungkin Google merasa tidak punya persoalan dengan saya.

Apalagi persoalan yang lebih besar masih banyak. Bukan persoalan saya lagi. Juga bukan persoalan Google.

Ini masalah miskinnya bahasa Indonesia. Harus kita perkaya. Terutama di zaman penerjemah bukan lagi manusia.

Misalnya kata ‘dia’. Tidak ada ‘dia’ yang mewakili wanita dan ‘dia’ yang mewakili pria. Semua hantam kromo: pokoknya dia. Padahal di bahasa Inggris ada he dan ada she.

Dalam bahasa Mandarin pun juga dibedakan. Dia untuk laki-laki ditulis 

Dia untuk perempuan ditulis Tahu bedanya kan?

Untuk wanita goresan di depannya ada lubangnya. Coba perhatikan. Perhatikan huruf Mandarinnya itu, maksud saya. Bukan perhatikan wanita yang lagi menghadap ke Anda.

Gara-gara ‘dia’ yang seperti itu tulisan saya pun jadi kacau. Setelah diterjemahkan Google.

Misalnya waktu laki-laki bertopi cowboy menarik kaki wanita itu. Yang kesedot jendela itu.

Setelah jadi kalimat Inggris benar-benar tidak bisa dimengerti. Karena apa? Kata ‘dia’ di situ diterjemahkan menjadi ‘he’. Menjadi: laki-laki bertopi cowboy itu menarik kakinya sendiri!

Untuk apa dia (laki-laki) menarik kakinya sendiri? Padahal yang kesedot jendela adalah dia si penumpang wanita? Eh, SEORANG penumpang wanita?

Ayo kita berubah.

Ayo kita putuskan: kita ubah sendiri. Gak usah tunggu peraturan pemerintah.

Ayo kita bedakan ‘dia’ dan ‘ia’. Yang selama ini artinya sama.

Kita ubah sekarang. Gak (eh, tidak) usah tunggu (eh, menunggu) Kepres. Kita putuskan begini: ‘Dia’ untuk laki-laki. ‘Ia’ untuk perempuan.

Beres. Gitu saja kok repot. Kepresnya bisa menyusul. Kapan-kapan. Kalau kepikiran.

Pasti Google senang.Bahasa Indonesia pun bisa kian modern.(***)

Tags: Catatan Dahlan Iskan
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pesilat Banten Raih Emas pada Kejuaraan di Thailand 

Next Post

Jus Buah Ini Bisa Hapus Bekas Luka pada Wajah

Related Posts

Sayap Ekonom
Catatan Dahlan Iskan

Sayap Ekonom

by Agung S Pambudi
Rabu, 30 Juli 2025 08:11

Oleh:Dahlan Iskan DALAM hidup saya ada dua Tionghoa terkenal yang sengaja tidak mau mengubah nama: Kwik Kian Gie dan Goh...

Read moreDetails

Copot Kursi

Penasihat Komisaris

Hakka

Untung Ada Komentar

Dosa Ultah

Ultah

Penyelamatan

Guo Nian

Andrian

Next Post
Jus Buah Ini Bisa Hapus Bekas Luka pada Wajah

Jus Buah Ini Bisa Hapus Bekas Luka pada Wajah

Wanita Hamil Ditemukan Tewas di Selokan Tol Tangerang-Merak

Wanita Hamil Ditemukan Tewas di Selokan Tol Tangerang-Merak

Interchange Cikande Dibuka, Pembayaran Cost Sharing Perusahaan Jauh dari Target

Interchange Cikande Dibuka, Pembayaran Cost Sharing Perusahaan Jauh dari Target

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Pertamina Perkuat Indonesia dalam Peta Motorsport Global Lewat Internasional GT World Challenge Asia 2026

Pertamina Perkuat Indonesia di Peta Motorsport Global Lewat Internasional GT World Challenge Asia 2026

Senin, 4 Mei 2026 18:39
Dugaan Suap PTSL Kabupaten Tangerang Jimmy Lie, Satgas PTSL Terima Uang Rp 80 Juta

Dugaan Suap PTSL Kabupaten Tangerang Jimmy Lie, Satgas PTSL Terima Uang Rp 80 Juta

Senin, 4 Mei 2026 17:42
Dindik Banten Siapkan Pra-SPMB, Pendaftaran Siswa Baru Dimulai 10 Juni

Dindik Banten Siapkan Pra-SPMB, Pendaftaran Siswa Baru Dimulai 10 Juni

Senin, 4 Mei 2026 17:32
Puluhan Mahasiswa Pandeglang Demo ke Pemprov Banten saat Hardiknas, Soroti Putus Sekolah

Puluhan Mahasiswa Pandeglang Demo ke Pemprov Banten saat Hardiknas, Soroti Putus Sekolah

Senin, 4 Mei 2026 17:24
Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Tangerang

Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Tangerang

Senin, 4 Mei 2026 17:15
Tanpa Tipping Fee, Proyek PSEL Tangsel Siap Dimulai Tahun Ini

Tanpa Tipping Fee, Proyek PSEL Tangsel Siap Dimulai Tahun Ini

Senin, 4 Mei 2026 17:07
Pertamina Perkuat Indonesia dalam Peta Motorsport Global Lewat Internasional GT World Challenge Asia 2026

Pertamina Perkuat Indonesia di Peta Motorsport Global Lewat Internasional GT World Challenge Asia 2026

Senin, 4 Mei 2026 18:39
Dugaan Suap PTSL Kabupaten Tangerang Jimmy Lie, Satgas PTSL Terima Uang Rp 80 Juta

Dugaan Suap PTSL Kabupaten Tangerang Jimmy Lie, Satgas PTSL Terima Uang Rp 80 Juta

Senin, 4 Mei 2026 17:42
Dindik Banten Siapkan Pra-SPMB, Pendaftaran Siswa Baru Dimulai 10 Juni

Dindik Banten Siapkan Pra-SPMB, Pendaftaran Siswa Baru Dimulai 10 Juni

Senin, 4 Mei 2026 17:32
Puluhan Mahasiswa Pandeglang Demo ke Pemprov Banten saat Hardiknas, Soroti Putus Sekolah

Puluhan Mahasiswa Pandeglang Demo ke Pemprov Banten saat Hardiknas, Soroti Putus Sekolah

Senin, 4 Mei 2026 17:24
Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Tangerang

Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Tangerang

Senin, 4 Mei 2026 17:15
Tanpa Tipping Fee, Proyek PSEL Tangsel Siap Dimulai Tahun Ini

Tanpa Tipping Fee, Proyek PSEL Tangsel Siap Dimulai Tahun Ini

Senin, 4 Mei 2026 17:07

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Pertamina Perkuat Indonesia dalam Peta Motorsport Global Lewat Internasional GT World Challenge Asia 2026

Pertamina Perkuat Indonesia di Peta Motorsport Global Lewat Internasional GT World Challenge Asia 2026

by Agung S Pambudi
Senin, 4 Mei 2026 18:39

MANDALIKA,RADARBANTEN.CO.ID–PT Pertamina (Persero) terus memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem motorsport global melalui dukungannya di internasional GT World Challenge Asia 2026...

Dugaan Suap PTSL Kabupaten Tangerang Jimmy Lie, Satgas PTSL Terima Uang Rp 80 Juta

Dugaan Suap PTSL Kabupaten Tangerang Jimmy Lie, Satgas PTSL Terima Uang Rp 80 Juta

by Fahmi
Senin, 4 Mei 2026 17:42

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Anggota Satgas Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang, Iman Nugraha disebut menerima...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak