JAKARTA – Perhelatan Asian Games 2018 yang mulai digelar pada 18 Agustus 2018 dipercaya bakal menggairahkan pasar retail di Jakarta yang mengalami perlambatan beberapa tahun terakhir.
Senior Associate Director Konsultan Properti Colliers Indonesia Ferry Salanto di kantornya Jakarta menuturkan pada 2018 luas sewa mall di Jabodetabek jumlahnya menjadi 5 juta meter persegi. Dengan serapan sebesar 70 persen. Hal ini cukup baik lantaran proyeksi pertumbuhan ekonomi terkoreksi dari 5,3 persen menjadi 5,1 persen.
“Secara makro ekonomi ada koreksi ada 5,1 persen dari 5,3 persen sehingga ada koreksi terhadap bisnis properti ke depan,” jelas Ferry, Rabu (4/7), dikutip dari JawaPos.com.
Lesunya pertumbuhan sewa juga membuat pemilik melakukan beragam siasat. Misalnya dengan mengkonversi ruang dari besar menjadi lebih kecil. Sehingga pemilik retail bisa menawarkan harga yang lebih menggiurkan. Ferry menilai hingga akhir semester pertama tenant yang masih mendominasi dan mampu tumbuh adalah tenant-tenant lifestyle.
“Yang tumbuh tenant yang berhubungan dengan lifestyle. Kemudian kebutuhan rumah tangga akan terus menjadi penggerak permintaan retail,” tuturnya.
Sementara itu, pasar sewa retail di Surabaya juga mengalami perkembangan yang sama. Akan tetapi, retail fashion lokal mulai tergerus dengan bisnis retail fashion internasional. Merk-merk seperti Uniqlo, H&M dan Zara mulai mengambil pasar retail fashion lokal.
Sedangkan bisnis food and beverage (F&B) juga masih jadi penggerak pasar retail di Surabaya. Namun, Ferry percaya maraknya bisnis retail online atau e-commerce belum akan menggantikan toko-toko retail offline.
“Ada perbaikan daya beli sejak ramadhan. Kalau kita lihat tingkat huniannya. Faktor pendorong pasokan sekarang berkurang. Pasokan mal baru di Surabaya akan didorong oleh Pakuwon, Ciputra. Daya beli membaik sejak Ramadan,” jelasnya. (uji/JPC/JPG)










