SERANG – Tubuh Agus Gustaman (36) ditemukan kaku dengan leher terkait kain sarung di kamar rumahnya di Perumahan Permata Banjar Asri, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok, Kota Serang, Senin (15/10). Diduga tenaga honorer Samsat Lebak itu nekat bunuh diri lantaran depresi setelah penyakit diabetes yang diderita tak kunjung sembuh.
Informasi diperoleh, sebelum ditemukan tewas, korban sempat terlihat asisten rumah tangga (ART) Siti Santinah menonton televisi di ruang tengah rumah. Tak lama, korban masuk ke dalam kamar. Sekira pukul 10.30 WIB, Siti mengintip kamar korban melalui celah pintu yang sedikit terbuka.
Siti kaget melihat tubuh majikannya telah kaku terlilit kain sarung di lehernya yang diikat pada kayu pintu. Siti lantas menghubungi istri korban bernama Yuli (39). Yuli yang sedang bekerja itu meminta bantuan tetangganya untuk menghubungi polisi. “Badannya juga sekarang makin kurus. Dia (Agus-red) memang setahu saya sakit diabetes sama kelenjar getah bening,” kata tetangga korban yang enggan disebutkan namanya.
Atas laporan itu, polisi mendatangi lokasi kejadian. Polisi menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi tubuh korban ke RS dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang, untuk divisum. “Enggak menyangka, almarhum orangnya baik,” katanya.
Sebelumnya, pada 29 September 2018 lalu, korban dalam akun media sosial (medsos) pribadinya pernah menggunggah fotonya beserta tulisan yang berisi keresahan. “Tuhan ajar aku untuk bersabar dan bertahan dalam menanggung segala masalah hidupku. Karena janji-Mu, bukan hanya memberikan kekuatan bagiku, tapi Tuhan lah kekuatanku,” tulisnya.
Dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Cipocok Inspektur Polisi Satu (Iptu) Tatang Sutisna mengakui korban tewas lantaran bunuh diri. “Betul. Gantung diri,” ucap Tatang.
Namun, Tatang enggan membeberkan mengenai kasus bunuh diri tersebut. “Sudah ya,” tandas Tatang. (Merwanda/RBG)










