SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten mencatat, ada 615 remaja di Banten yang mengalami gejala gangguan mental. Bahkan, beberapa remaja di antaranya memiliki keinginan untuk bunuh diri.
Menurut Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti, ratusan remaja di Provinsi Banten yang mengalami gangguan mental itu baru berusia 10 sampai 19 tahun.
“Ya (remaja yang alami gangguan mental) tersebar di delapan kabupaten/kota. Terbanyak di Tangerang Raya,” ujar Ati.
Ati mengungkapkan, rata-rata penyebab remaja mengalami gangguan mental karena ada masalah besar yang melandanya, seperti orang tuanya meninggal dunia, orang tuanya bercerai, masalah pertemanan, hingga bullying.
“Terbanyak mengalami gangguan kasus, skizofren dan psikotik 227 kasus, gangguan cemas ada 214 kasus, dan depresi 61 kasus,” terangnya.
Ati mengungkapkan, penyakit kejiwaan atau gangguan mental kini banyak dialami oleh berbagai kelompok usia dan berbagai latar belakang pekerjaan.
Jika tidak ditangani dengan baik, maka akan berakibat fatal. Bahkan, ungkap Ati lagi, ada pasien yang ingin bunuh diri gara-gara bullying.
Ia pun membagikan tip sederhana bagi orang tua yang anaknya mengalami gangguan mental, di antaranya, selalu mengajak bicara dengan sabar dan mendengarkan curhatannya.
“Selanjutnya dikonsulkan ke psikolog atau psikiater,” tegasnya.
Editor: Agus Priwandono











