slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Sosial Budaya

Mabuk Berat Lupa Mertua Sekarat  

Aas Arbi by Aas Arbi
23-10-2018 22:43:47
in Sosial Budaya
Mabuk Berat Lupa Mertua Sekarat   
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

      Wiwin (51) nama samaran mengaku, kriteria lelaki pilihan hidupnya sederhana. Tak perlu tampan, tak perlu kaya, asal bisa bikin bahagia, sudah merasa sempurna hidup di dunia. Hal itu tentu membuat Cuprit (55) bukan nama sebenarnya, semakin dibuai asmara.

Sekian lama berumah tangga bahkan sampai memiliki buah hati tercinta, nyatanya tak bisa menjamin kepercayaan satu sama lain. Bagai pepatah lama dikasih hati minta ampela, rumah tangga Wiwin dan Cuprit sempat diterjang masalah.

Baca Juga :

Mas Amin dan Rasa Kopi

Motor Curian Dikembalikan, Korban Apresiasi Kinerja Polres Cilegon

Belasan Kasus Curanmor Terbongkar, Pelaku Gunakan Uang Curian untuk Beli Sabu

Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

“Saya enggak nyangka dia bisa begitu ke keluarga saya. Peristiwa itu terjadi ketika saya berusia 32 tahun dan Kang Cuprit 36 tahun,” katanya kepada Radar Banten.

Seperti diceritakan Wiwin, Cuprit yang dikenalnya tak lama sebelum putus dengan sang mantan, memang terkenal ramah dan humoris. Memiliki banyak teman mulai dari yang seusia sampai jauh di atasnya, Cuprit kerap menjadi pusat perhatian ketika tengah berkumpul bersama masyarakat kampung.

Terlahir dari keluarga sederhana, ayah pekerja dan ibu penjahit rumahan, Cuprit memiliki masa muda penuh warna. Ya, meski dari segi ekonomi biasa saja, tapi anehnya, kalau untuk urusan cinta, ia dikelilingi banyak wanita. Meski begitu, katanya, kalau untuk kesetiaan, Wiwin bisa menjaminnya.

Wiwin sendiri bukan perempuan biasa. Terlahir dari keluarga berada, ditambah status sang ayah sebagai tokoh masyarakat, sosok Wiwin yang manis dan menarik, membuat orang-orang menaruh hormat padanya. Tidak sembarang melayangkan rayuan gombal, para lelaki di kampung mengagumi secara diam-diam.

Memiliki tubuh ideal dengan kulit nan putih, tak membuat Wiwin sombong kepada para pemuda kampung. Kerap menebar senyum dengan sapaan hangat, Wiwin menjadi wanita incaran banyak pria. Katanya, dulu sampai ada yang kirim-kirim surat ke rumah. Widih, romantis amat ya.

Sampai usia beranjak dewasa, Wiwin sempat mengalami peristiwa menyedihkan saat menuju pelaminan. Ketika kedua keluarga sudah saling sepakat menuju tanggal pernikahan, kejadian yang tak diinginkan semua calon pengantin terjadi padanya. Sang calon suami membatalkan pernikahan secara sepihak. Parahnya, ia melakukan hal itu karena tak jelas.

“Ya waktu itu sebenarnya saya sudah curiga dari awal, dia kayak enggak semangat gitu. Dan ternyata bener, pas deket-deket ke hari H dan undangan sudah disebar, main ngebatalin gitu saja,” curhat Wiwin mengenang masa lalu.

Namun kesedihan itu tak berlangsung lama. Sebulan setelah peristiwa batal nikah, Cuprit datang menawarkan kebahagiaan. Ditemani ayah serta paman yang ternyata kenal dekat dengan ayah Wiwin, Cuprit percaya diri melamar sang wanita idaman.

Meski awalnya sempat ragu, namun Wiwin tak bisa berbuat banyak lantaran sang ayah sudah mengeluarkan lampu hijau. Tapi, seolah belajar dari pengalaman, Wiwin tak ingin buru-buru ke pelaminan. Menjalani masa pacaran sampai setahun lamanya, ia dan sang kekasih saling menguji ketulusan cinta.

Hingga merasa sudah sama-sama siap. Maka tak menunggu waktu lama, pesta pernikahan pun terlaksana. Mengikat janji sehidup semati, Wiwin dan Cuprit resmi menjadi sepasang suami istri.

Di awal pernikahan, tidak seperti pasangan baru pada umumnya, Cuprit tampak tak begitu canggung kepada keluarga sang istri. Santai dan banyak bicara, Cuprit pandai mencuri hati. Berbaur dengan ayah mertua sampai ke pembantu rumah tangga, Cuprit menunjukkan sosok hangat dan ramah.

Tapi yang namanya rumah tangga, pasti tak lepas dari urusan ekonomi. Nah, di sinilah Cuprit tak berdaya untuk memberi nafkah lebih bagi istri. Bekerja sebagai pegawai di salah satu perusahaan swasta di Kota Serang, Cuprit berjuang meraih kebahagiaan.

Tak seperti wanita kebanyakan, Wiwin yang biasa hidup sederhana meski punya harta, bersikap santai dengan ekonomi rumah tangga yang sulit. Terus memberi semangat pada suami untuk meningkatkan kualitas hidup, rumah tangga mereka berjalan mesra. Sampai akhirnya, orangtualah yang menjadi tumpuan keuangan.

“Ya sebenarnya kan tujuan saya nikah memang enggak nuntut banget harus sejahtera. Asalkan Kang Cuprit bisa bikin saya bahagia, semua sudah cukup,” aku Wiwin.

Singkat cerita, setelah punya anak pertama, mungkin karena tak tega, orangtua Wiwin membelikan rumah. Berharap sang anak bisa hidup mandiri dan semakin merasakan nikmatnya hidup berumah tangga, mereka memberikan segalanya untuk sang anak tercinta.

Setahun berjalan semua tampak lancar. Namun apa mau dikata, mungkin karena terbuai dengan fasilitas yang ada, semakin diperhatikan orangtua bukannya berpikir maju, justru malah membuat Cuprit keenakan dan malah banyak menyia-nyiakan waktu. Terjebak dengan lingkungan di rumah baru, setiap malam ia sering mabuk-mabukan dengan pemuda setempat. Oalah, kok bisa begitu Teh?

“Saya sudah melarang, Kang. Tapi dia alasannya kalau enggak ikutan, nanti enggak gaul sama pemuda sekampung. Kan kita orang baru. Ya sudah saya enggak bisa melarang lagi,” curhat Wiwin.

Apalah daya, kebiasaan buruk sang suami tak terbendung. Sering meminta uang pada istri, Cuprit seolah tak lagi mengenal kata malu. Apapun dilakukan demi bisa memuaskan hasrat bersenang-senang bersama kawan-kawan.

Hingga suatu malam, Wiwin ditelepon untuk segera pulang ke rumah. Bersama sang suami, ia melesat menembus jalan perkampungan. Sesampainya di rumah, Wiwin kaget lantaran sang ayah terbaring lemas tak berdaya. Saat itu juga, dengan mobil pribadi, seluruh keluarga berangkat ke rumah sakit terdekat.

Sesampainya di rumah sakit, Cuprit diminta kembali ke rumah untuk membawa pakaian dan surat-surat persyaratan dari rumah sakit karena sang ayah harus dirawat. Parahnya, bukannya melaksanakan tugas, Cuprit pergi entah ke mana, melupakan mertua yang sedang sekarat. Akhirnya, di sepertiga malam, Wiwinlah yang mengambil semua persayaratan di rumah

Kesokan harinya, Cuprit belum menunjukkan batang hidup. Ditelepon tak diangkat, di SMS pun tak dibalas. Hingga seminggu sang ayah dirawat, Wiwin tak tahu di mana keberadaan suaminya. Sampai sang ayah dibawa pulang, di tengah perjalanan, di jalan tak jauh dari rumah, Wiwin dan keluarga melihat Cuprit jalan sempoyongan.

Dari dalam mobil, mereka mencemooh Cuprit habis-habisan. Apalah daya bagi Wiwin, hanya bisa menutup wajah dipenuhi linangan air mata, ia tak mampu menahan malu kepada keluarga. Saat kondisi sang ayah yang baru pulih dari sakitnya, Cuprit justru membuat ulah. Keesokan harinya, Wiwin mengamuk kepada sang suami. Seminggu kemudian, karena emosi, perceraian jadi akhir dari perjalanan rumah tangga.

Ya ampun, sabar ya Teh Wiwin. Semoga Kang Cuprit taubat dan Teh Wiwin dapat pengganti yang lebih baik. Amin. (daru-zetizen/zee)

 

Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Beda Bersih Karena Baru Dibersihkan

Next Post

Tips Menjaga Agar Otak Tetap Tajam di Masa Tua

Related Posts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik
Catatan Sekam

Mas Amin dan Rasa Kopi

by Mashudi
Kamis, 11 Juni 2026 07:37

Biasanya, yang mudah menyatukan orang adalah kesulitan. Orang merasa senasib. Merasa punya luka yang sama. Merasa ada keadaan yang sama-sama...

Read moreDetails

Motor Curian Dikembalikan, Korban Apresiasi Kinerja Polres Cilegon

Belasan Kasus Curanmor Terbongkar, Pelaku Gunakan Uang Curian untuk Beli Sabu

Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

Para Pelaku Budidaya Lele Harus Tahu Cara Memasarkan Lele dengan Strategi yang Tepat dan Efektif

Disperkimta Jelaskan Mekanisme Layanan Pemakaman di Tangsel

Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

Raperda Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Serang Ditetapkan

RSUD Tigaraksa Bareng PMI Gelar Donor Darah Rutin

Binus School Serpong Gandeng Damai Indah Golf Kembangkan Bakat Siswa Lewat Ekskul Golf

Next Post
Tips Menjaga Agar Otak Tetap Tajam di Masa Tua

Tips Menjaga Agar Otak Tetap Tajam di Masa Tua

Polres Cilegon Ungkap Jual Beli Narkoba di Medsos

Polres Cilegon Ungkap Jual Beli Narkoba di Medsos

Kades dan Lurah Diharapkan Mampu Deteksi Dini Potensi Konflik Pemilu

Kades dan Lurah Diharapkan Mampu Deteksi Dini Potensi Konflik Pemilu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Mas Amin dan Rasa Kopi

Kamis, 11 Juni 2026 07:37
Wakapolres Cilegon Kompol M Ridzky Salatun menyerahkan sepeda motor Honda Genio hasil pengungkapan kasus curanmor kepada pemiliknya, Rama Tamara, dalam konferensi pers di Mapolres Cilegon, Rabu 10 Juni 2026 sore.

Motor Curian Dikembalikan, Korban Apresiasi Kinerja Polres Cilegon

Kamis, 11 Juni 2026 07:32
Wakapolres Cilegon Kompol Muhammad Ridzky Salatun memimpin Konferensi pers pengungkapan 13 kasus curanmor di Mapolres Cilegon, Rabu 10 Juni 2026.

Belasan Kasus Curanmor Terbongkar, Pelaku Gunakan Uang Curian untuk Beli Sabu

Kamis, 11 Juni 2026 07:23
Pertagas menyalurkan bantuan mesin cultivator secara simbolis kepada TPS3R Flamboyan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan.

Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

Kamis, 11 Juni 2026 07:14
Ilustrasi budidaya ikan lele. Foto: Pixabay

Para Pelaku Budidaya Lele Harus Tahu Cara Memasarkan Lele dengan Strategi yang Tepat dan Efektif

Kamis, 11 Juni 2026 07:05
Layanan Pemakaman Tangsel

Disperkimta Jelaskan Mekanisme Layanan Pemakaman di Tangsel

Rabu, 10 Juni 2026 20:50
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Mas Amin dan Rasa Kopi

Kamis, 11 Juni 2026 07:37
Wakapolres Cilegon Kompol M Ridzky Salatun menyerahkan sepeda motor Honda Genio hasil pengungkapan kasus curanmor kepada pemiliknya, Rama Tamara, dalam konferensi pers di Mapolres Cilegon, Rabu 10 Juni 2026 sore.

Motor Curian Dikembalikan, Korban Apresiasi Kinerja Polres Cilegon

Kamis, 11 Juni 2026 07:32
Wakapolres Cilegon Kompol Muhammad Ridzky Salatun memimpin Konferensi pers pengungkapan 13 kasus curanmor di Mapolres Cilegon, Rabu 10 Juni 2026.

Belasan Kasus Curanmor Terbongkar, Pelaku Gunakan Uang Curian untuk Beli Sabu

Kamis, 11 Juni 2026 07:23
Pertagas menyalurkan bantuan mesin cultivator secara simbolis kepada TPS3R Flamboyan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan.

Pertagas Salurkan Mesin Cultivator untuk Dukung Ketahanan Pangan di Pamulang

Kamis, 11 Juni 2026 07:14
Ilustrasi budidaya ikan lele. Foto: Pixabay

Para Pelaku Budidaya Lele Harus Tahu Cara Memasarkan Lele dengan Strategi yang Tepat dan Efektif

Kamis, 11 Juni 2026 07:05
Layanan Pemakaman Tangsel

Disperkimta Jelaskan Mekanisme Layanan Pemakaman di Tangsel

Rabu, 10 Juni 2026 20:50

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Mas Amin dan Rasa Kopi

by Mashudi
Kamis, 11 Juni 2026 07:37

Biasanya, yang mudah menyatukan orang adalah kesulitan. Orang merasa senasib. Merasa punya luka yang sama. Merasa ada keadaan yang sama-sama...

Wakapolres Cilegon Kompol M Ridzky Salatun menyerahkan sepeda motor Honda Genio hasil pengungkapan kasus curanmor kepada pemiliknya, Rama Tamara, dalam konferensi pers di Mapolres Cilegon, Rabu 10 Juni 2026 sore.

Motor Curian Dikembalikan, Korban Apresiasi Kinerja Polres Cilegon

by Adam Fadillah
Kamis, 11 Juni 2026 07:32

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Polres Cilegon mengembalikan satu unit sepeda motor hasil tindak pidana pencurian motor kepada pemiliknya usai di Aula...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak