SERANG – Ratusan kepala desa (kades) dan lurah di Provinsi Banten berkumpul di Alun-alun Barat, Kota Serang, Selasa (23/10). Bersama Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas, kades dan lurah diharapkan mampu mendeteksi dini potensi konflik jelang Pilpres dan Pileg 2019.
“Tugas sehari-hari tiga pilar ini menjadi basis deteksi dini, tehadap semua dinamika masyarakat seperti ideologi, politik, sosial, budaya, keamanan, dan pertahanan,” kata Kapolda Banten Brigjen Pol Teddy Minahasa usai apel besar tiga pilar pengamanan pilpres dan pileg, Selasa (23/10).
Dikatakan Teddy, ketiga unsur tersebut merupakan unsur terdepan di masyarakat. Jadi, ketika muncul persoalan di desa atau di kelurahan dapat diredam agar tidak muncul konflik terutama jelang Pemilu 2019. “Dalam konteks pemilu, mereka juga kita kedepankan menjadi organ terdepan dalam memetakan atau mapping setiap potensi kerawanan di wilayahnya masing-masing,” jelas Teddy.
Selain itu, Banten memiliki kerawanan konflik dalam kategori sedang dalam pemilu mendatang. Kesimpulan itu diperoleh berdasarkan hasil koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banten. “Menurut indeks pemilu yang dicanangkan KPU, Banten memiliki potensi kerawanan sedang. Untuk meminimalkan kerawanan itu, banyak yang dilakukan baik oleh instansi kepolisian, pemda, maupun masyarakat,” kata Teddy.
Teddy berharap, peran aktif ketiga unsur itu akan menentukan suasana kondusif di lingkungan bawah sehingga pelaksanaan pemilu aman, damai, dan demokratis mudah terwujud.
“Gelorakan pemilu damai yang sejuk. Silaturahmi dengan segenap komponen masyarakat, menggelar acara bersama untuk menyamakan mindset dalam konteks pemilu berjalan aman,” harap Teddy.
Upaya kepolisian itu didukung Gubernur Wahidin Halim. Pria yang akrab disapa WH itu mengigatkan kepala desa atau lurah agar menjaga netralitas dalam pelaksanaan pemilu mendatang. “Bicara netralitas sudah menjadi tanggung jawab dan komitmen kita,” kata WH. (Merwanda/RBG)








