SERANG – Lebih dari 40 ribu orang telah mengikuti tes calon aparatur sipil negara (ASN) 2018 di Provinsi Banten. Ribuan peserta tes gugur di tahap awal saat tes seleksi kemampuan dasar (SKD) karena tidak lolos passing grade yang sudah ditentukan, yakni tes wawasan kebangsaan (TWK) 75, tes intelegensia umum (TIU) 80, dan tes karakteristik pribadi (TKP) 143.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, pelaksanaan tes calon ASN dilaksanakan sejak 27 Oktober hingga 9 November 2018. Untuk calon ASN Pemprov Banten, peserta tes sebanyak 5.216 orang. Namun, yang lolos passing grade hanya 149 orang. Padahal pemerintah pusat menyediakan 294 formasi calon ASN untuk ditempatkan di Pemprov Banten.
Kepala BKD Banten Komarudin membenarkan bila ribuan peserta tes calon ASN di Provinsi Banten harus berguguran karena tidak lolos passing grade. “Terkait tes calon ASN, datanya kami laporkan langsung ke pusat. Memang hasil sementara sebagian besar gagal lolos passing grade,” kata Komarudin kepada wartawan di DPRD Banten, akhir pekan kemarin.
Ia menuturkan, harapan Pemprov Banten agar formasi calon ASN 2018 terisi semua melalu tes. Namun, dari 294 formasi yang tersedia, peserta yang lolos passing grade kurang dari 200 orang.
“Formasi yang diperoleh Pemprov Banten jumlahnya belum sesuai dengan hasil analisa jabatan (anjab) dan analisa beban kerja yang kami lakukan, Pemprov Banten masih butuh sekitar empat ribu calon ASN baru. Jumlah tersebut ideal sesuai kebutuhan yang ada. Tapi, yang disetujui kurang dari 300 formasi, ini pun dipastikan tidak terisi semua,” ungkapnya.
Sekretaris BKD Banten Ganis Diponegoro mengungkapkan, hasil tes calon ASN berbasis online atau computer assisted test (CAT) di lingkungan Provinsi Banten kurang memuaskan. Berdasarkan data sementara, yang lolos passing grade di bawah sepuluh persen. “Yang lolos passing grade sekitar sembilan persen untuk di provinsi. Tapi, secara nasional juga di bawah sepuluh persen. Kami nanti tetap akan laporkan kepada pimpinan (Pj Sekda Banten), ini hasilnya seperti ini, nanti kebijakan apa yang akan diambil itu tergantung pimpinan,” katanya.
Ia melanjutkan, dari 5.216 orang peserta calon ASN pemprov, yang lolos hanya 149 peserta. Dengan rendahnya peserta yang memenuhi nilai ambang batas tersebut maka dari sebanyak 294 formasi yang disiapkan untuk Pemprov Banten, terpaksa tidak bisa diisi. “Dari 149 yang lolos passing grade, belum diketahui untuk formasi apa saja. Kemungkinan ada beberapa formasi yang kosong atau tidak masuk sama sekali passing grade-nya,” ungkapnya.
Menurut Ganis, sebagian besar kelemahan peserta pada tes karakteristik pribadi (TKP) yang tidak memenuhi standar nilai minimal, yakni 143 poin, sedangkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) dan tes intelegensi umum (TIU) perolehan nilainya relatif banyak yang memenuhi standar minimal, yakni 75 untuk TWK dan 80 untuk TIU.
“Rata-rata kelemahannya di TKP. Mungkin saja standar nilainya terlalu tinggi karena untuk memperoleh nilai minimal 143 itu jawaban yang benar harus minimal 26 dari 33 pertanyaan terkait TKP ini,” kata Ganis.
Secara umum, pelaksanaan tes calon ASN 2018 di Banten berjalan lancar dan tertib. Bahkan, pihak panitia seleksi yang berlokasi di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Banten memberikan pelayanan terbaik. “Seluruhnya se-Banten itu ada sekitar 31 ribu peserta tes (minus Kabupaten Serang) dan alhamdulillah berjalan lancar,” jelas Ganis.
KOTA SERANG
Hal yang sama terjadi di Kota Serang. Peserta calon ASN Kota Serang yang lolos SKD juga tak memenuhi kuota yang diberikan pemerintah pusat. Dari 3.217 peserta yang mendaftar di Kota Serang, yang tidak hadir pada SKD kemarin 233 orang. Dari 2.984 peserta yang ikut SKD, yang lulus hanya 85 orang. Sementara formasi calon ASN Kota Serang 181.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Serang Yoyo Wicahyono mengatakan, hampir semua instansi yang juga melakukan seleksi mengalami hal yang sama. “Tidak ada daerah atau kementerian yang jumlah pesertanya melebihi formasi,” ujar Yoyo, Minggu (11/11).
Yoyo mengatakan, kurangnya jumlah peserta dibandingkan kuota akan disampaikan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Pihaknya akan menunggu keputusan pemerintah pusat terkait hal itu.
Kata dia, 85 orang yang lolos passing grade itu pelamar umum dan tenaga honorer kategori dua (K-2). Diketahui, passing grade untuk pelamar umum 298, sedangkan untuk K2 di bawahnya.
Ia mengungkapkan, 85 orang yang lolos passing grade itu belum dapat diketahui dari berapa formasi. Hari ini akan dibuka dan dibahas serta disampaikan secara resmi kepada Penjabat Walikota Serang Ade Ariyanto.
Yoyo mengatakan, pihaknya akan membahas usulan kepada Menteri PAN-RB terkait formasi yang tidak ada peserta yang lulus passing grade. “Secara logika, kuota 181 sementara yang lulus 85, kemungkinan ada formasi yang kosong sangat besar,” ujarnya.
Pihaknya akan membuat surat ke Menteri PAN-RB yang ditandatangani Penjabat Walikota Serang. “Suratnya itu berisi permohonan pertimbangan/solusi untuk formasi yang tidak ada yang lulus passing grade,” terang Yoyo.
Secara lisan, Penjabat Walikota sudah sepakat terkait surat ke Menteri PAN-RB. Pihaknya tinggal menindaklanjuti saja secepatnya.
Kata dia, 85 peserta yang lolos passing grade akan mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB). Setelah 22 November nanti, pihaknya akan berbicara dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait jadwal pelaksanaan SKB.
Dari 85 orang yang lulus passing grade, ia mengungkapkan, skor tertinggi SKD Kota Serang 407, infonya tertinggi di Banten. Penjabat Walikota Serang Ade Ariyanto mengatakan, apabila diizinkan, pihaknya akan mengusulkan pemeringkatan. “Konsep suratnya sudah disiapkan. Secepatnya akan kami layangkan,” tuturnya. (Deni S-Rostinah/RBG)










